CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.604.000   4.000   0,15%
  • USD/IDR 17.627   61,00   0,35%
  • IDX 6.541   -47,96   -0,73%
  • KOMPAS100 858   -8,05   -0,93%
  • LQ45 650   -6,26   -0,95%
  • ISSI 227   -3,10   -1,35%
  • IDX30 361   -3,60   -0,99%
  • IDXHIDIV20 450   -2,93   -0,65%
  • IDX80 98   -0,98   -0,99%
  • IDXV30 125   -0,95   -0,75%
  • IDXQ30 116   -1,19   -1,02%

Pemerintah siapkan 3 langkah antisipasi membengkaknya kuota BBM subsidi


Senin, 21 Maret 2011 / 12:32 WIB
ILUSTRASI. Presiden China Xi Jinping meningatkan risiko munculnya gelombang kedua penyebaran wabah corona,


Reporter: Mohamad Jumasri, | Editor: Edy Can

JAKARTA. Pemerintah menyiapkan tiga langkah untuk mengantisipasi kelebihan permintaan bahan bakar minyak (BBM) subsidi. Langkah ini sebagai konsekuensi batalnya pengaturan BBM bersubsidi pada April mendatang.

Pertama, pemerintah akan meningkatkan pengawasan dengan memperkuat kelembagaan dan sosialisasi. "Agar tidak ada lagi pembelian dengan memakai jirigen oleh konsumen," katanya dalam rapat kerja dengan Komisi VII DPR, Senin (21/3).

Kedua, mengintesifkan persiapan alat kendali dan sistem pendukung sewaktu program pengaturan BBM bersubsidi dilaksanakan. Ketiga, mengembangkan bahan bakar alternatif yang terjangkau di samping pertamax. "Untuk kendaraan mobil pribadi yang tidak boleh menggunakan BBM bersubsidi," tambahannya.

Batalnya program pembatasan BBM bersubsidi diperkirakan meningkatkan kuota. Diperkirakan, volume total BBM bersubsidi mencapai 42 juta Kiloliter (KL).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×