kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   -18.000   -0,67%
  • USD/IDR 17.967   75,00   0,42%
  • IDX 6.141   39,98   0,66%
  • KOMPAS100 799   3,79   0,48%
  • LQ45 603   4,50   0,75%
  • ISSI 213   0,84   0,40%
  • IDX30 341   3,17   0,94%
  • IDXHIDIV20 417   4,83   1,17%
  • IDX80 91   0,47   0,52%
  • IDXV30 112   1,03   0,93%
  • IDXQ30 109   1,24   1,15%

Pemerintah prioritaskan bangun rumah korban gempa


Senin, 15 Juli 2013 / 21:23 WIB
ILUSTRASI. Rumah Susun Nagrak, Cilincing, Jakarta Utara adalah salah satu lokasi karantina dari luar negeri di Jakarta. ANTARA FOTO/Galih Pradipta/tom.


Reporter: Noverius Laoli | Editor: Asnil Amri

JAKARTA. Menteri Koordinator bidang Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono menyatakan, pemerintah pusat akan memprioritaskan pembangunan pemukiman penduduk di Aceh pasca bencana gempa yang terjadi di wilayah tersebut.

Saat ini, pemerintah memperkirakan anggaran Rp 400 miliar untuk memulihkan kembali Aceh pasca gempa berkekuatan 6,2 skala richter tersebut.

"Anggaran Rp 400 miliar itu masih perkiraan. Jadi sekarang masih dihitung. Yang pasti patokannya ada bantuan Rp 40 juta untuk kondisi rumah rusak parah, Rp 20 juta untuk rusak sedang dan Rp 10 juta untuk rusak ringan," tutur Agung, Senin (15/7).

Menurutnya, pemerintah akan mengutamakan pembangunan rumah-rumah penduduk, kemudian baru nomor dua pembangunan rumah ibadah dan infrastruktur lainnya. "Jadi rumah ibadah nomor dua, sekarang pemukiman dulu," tegas Agung.

Menurut Agung, perhitungan bantuan untuk Aceh dilakukan pasca Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengunjungi langsung korban gempa di Aceh.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×