kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.781.000   -38.000   -2,09%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Pemerintah patok subsidi energi lebih rendah di RAPBN tahun 2020


Senin, 19 Agustus 2019 / 20:27 WIB
Pemerintah patok subsidi energi lebih rendah di RAPBN tahun 2020
ILUSTRASI. Presiden serahkan RUU APBN 2020 beserta Nota Keuangan


Reporter: Grace Olivia | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah mematok alokasi anggaran yang lebih rendah untuk subsidi energi di tahun 2020. 

Dalam Rancangan APBN (RAPBN) 2020, pemerintah menetapkan belanja subsidi energi sebesar Rp 137,5 triliun. Alokasi tersebut lebih rendah dibandingkan anggaran subsidi energi dalam APBN 2019 yang sebesar Rp 159,97 triliun. Juga lebih rendah daripada proyeksi (outlook) realisasi subsidi energi tahun ini sebesar Rp 142,6 triliun. 

Dalam Nota Keuangan, pemerintah merinci alokasi subsidi bahan bakar minyak (BBM) turun dari sebelumnya Rp 32,3 triliun (outlook 2019) menjadi Rp 20,8 triliun pada tahun 2020. Ini sejalan dengan rencana pemerintah memangkas besaran subsidi tetap untuk solar menjadi Rp 1.000 per liter.

Baca Juga: Meski sempat menguat tajam, rupiah ditutup menguat tipis, ini penyebabnya

Pemberian subsidi tetap untuk solar itu lebih rendah dibandingkan dengan APBN 2019 yang sebesar Rp 2.000 per liter. Juga lebih rendah dibandingkan dengan usulan Kementerian ESDM sebelumnya yaitu Rp 1.500 per liter untuk 2020. 

Namun, ditinjau dari target volume konsumsi BBM justru meningkat. Tahun depan, volume konsumsi BBM dipatok sebesar 15,88 juta kiloliter, lebih tinggi dari volume tahun ini yang ditargetkan 14,5 juta kiloliter. 

Target konsumsi LPG Tabung 3 Kg untuk tahun depan juga relatif sama dengan tahun ini, yaitu Rp 6,98 juta metrik ton. Namun, anggaran subsidi LPG turun dari sebelumnya Rp 58 triliun (outlook 2019) menjadi Rp 54,4 triliun pada 2020. 

Baca Juga: Belanja reformasi birokrasi jadi penyebab kenaikan anggaran 2020


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×