kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.740.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.708   -71,00   -0,40%
  • IDX 6.526   24,10   0,37%
  • KOMPAS100 849   6,96   0,83%
  • LQ45 645   5,86   0,92%
  • ISSI 228   -0,31   -0,14%
  • IDX30 360   3,72   1,04%
  • IDXHIDIV20 437   4,19   0,97%
  • IDX80 97   0,82   0,85%
  • IDXV30 121   0,51   0,43%
  • IDXQ30 114   1,21   1,07%

Pemerintah mau negosiasi dengan Newmont, asal..


Kamis, 17 Juli 2014 / 12:38 WIB
Kuasa Hukum pemegang polis Kresna Life Benny Wullur saat mendatangi kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Wisma Mulia 2, Jakarta (13/2/2023).


Sumber: Kompas.com | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) masih menunggu pencabutan gugatan arbitrase oleh PT Newmont Nusa Tenggara. Hal ini sesuai dengan instruksi Menko Bidang Perekonomian, Chairul Tanjung yang meminta perusahaan tambang itu mencabut gugatan.

“Tapi kita tidak perlu menunggu habis-habisan seperti itu. Kita tetap konsisten menyiapkan langkah-langah. Enggak ada negosiasi dengan Newmont, cabut dulu baru negosiasi,” kata Direktur Jenderal Minerba, Kementerian ESDM, R Sukhyar, di Jakarta, Kamis (17/7).

Menurut Sukhyar, Newmont tidak menunjukkan kepercayaan terhadap pemerintah Indonesia, dan hal tersebut sangat disayangkan. “Kan masalahnya sederhana. Kita negosiasi, lalu dia (tiba-tiba) arbitrase. Berarti tidak ada trust donk. Kalau tidak ada trust, buat apa?” katanya.

Lebih lanjut dia bilang, pihak Newmont sudah diberitahu bahwa pemerintah membuka kesempatan untuk melanjutkan proses negosiasi. “Newmont kan kaitanya tinggal penerimaan negara (royalti). Newmont itu sebenarnya tinggal sedikit lagi,” imbuh Sukhyar.

Dia bilang, Newmont merespon dengan permintaan pemerintah Indonesia untuk kembali ke meja perundingan dengan menggelar RUPS di Amerika, pada hari ini waktu Amerika Serikat, atau Jumat (18/7) waktu Indonesia.(Estu Suryowati)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×