kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Pemerintah klaim kurangi anggaran belanja PNS


Senin, 24 Februari 2014 / 20:04 WIB
Pemerintah klaim kurangi anggaran belanja PNS
ILUSTRASI. Polisi terlihat di antara gas air mata saat pengunjuk rasa terus melakukan protes atas kematian George Floyd saat ditahan oleh polisi Minneapolis, di Minnepolis, Minnesota, Amerika Serikat, Sabtu (30/5/2020). REUTERS/Leah Millis


Sumber: TribunNews.com | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Pemerintah mengklaim berhasil mengurangi belanja pegawai Kementerian dan Lembaga pada tahun 2013. Dari  data Unit Presiden Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP4), belanja pegawai turun dari 98 persen menjadi 94 persen.

Hal ini merupakan hasil dari tuntutan beberapa pihak mengenai anggaran belanja pegawai negeri sipil (PNS) yang besar namun tidak efisien.

"Banyak yang mengkritisi belanja pegawai naik apakah performance-nya bisa diharapkan," ujar Kepala UKP4, Kuntoro Mangkusubroto, di Kick Off TEPPA, di Hotel Le Meridien, Senin (24/2/2014).

Kuntoro pun yakin jika pada tahun lalu anggaran belanja pegawai PNS bisa dikurangi, di tahun-tahun mendatang pemerintah bisa mengurangi anggaran belanja yang tidak efisien. Dalam hal ini pengurangan perjalanan dinas dan pembelian barang dan jasa yang tidak perlu.

"Namun dengan realisasi ini, kita bisa menekannya," ungkap Kuntoro.

Kuntoro menambahkan, pada tahun lalu PNS tidak melakukan pengadaan yang berlebihan. Padahal tiap tahun pagu anggaran belanja Kementerian dan Lembaga dari belanja pegawai naik 21 persen.

"Hali ini menggambarkan kinerja yang menggembirakan dari PNS," papar Kuntoro. (Adiatmaputra Fajar Pratama)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×