Reporter: Hans Henricus | Editor: Edy Can
JAKARTA. Ancaman gejolak iklim masih membayangi upaya meningkatkan produksi padi. Padahal, Badan Pusat Statistik (BPS) telah mengeluarkan angka ramalan (ARAM) produksi padi tahun 2011 bakal naik.
Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa berjanji persoalan iklim ekstrim akan menjadi prioritas perhatian pemerintah. "Memang kami tidak boleh tidak waspada mengingat iklim seperti ini," ujar Hatta usai rapat kesiapan Indonesia sebagai tuan rumah ASEAN 2011, Rabu (2/3).
Salah satu kebijakan untuk mengatasi persoalan iklim adalah mengeluarkan instrumen khusus berupa Instruksi Presiden (Inpres) tentang Respon Cepat Atasi Anomali Iklim dan Iklim ekstrim. "Inpres sudah ditandatangani Presiden," kata Hatta.
Melalui Inpres pemerintah bisa segera mengatasi puso atau gagal panen akibat iklim ekstrim. Selain itu ada dana sebesar Rp 2 triliun dipakai untuk pengadaan benih maupun pupuk sehingga bisa membantu para petani supaya bisa menanam kembali.
Hatta mengaku optimis produksi padi tahun 2011 bisa tercapai sesuai target ARAM I. BPS memperkirakan ARAM I produksi beras sebesar 67,31 juta ton gabah kering giling (GKG) atau meningkat sebanyak 895,86 ribu ton (1,35%) dibandingkan tahun 2010 sebesar 66,41 juta ton
Kenaikan produksi diperkirakan terjadi karena peningkatan luas panen seluas 14,51 ribu hektar dan produktivitas sebesar 0,62 kuintal/hektar.
Hatta menambahkan, pasokan beras hasil panen yang bergulir sejak bulan Februari telah mengalir ke gudang Perum Bulog. "Pengadaan Bulog sudah 100 ribu ton saat ini," kata mantan Menteri Sekretaris Negara itu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













