Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah akan membahas rencana pemberian stimulus bagi industri yang terdampak kenaikan harga plastik.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, pembahasan tersebut akan dilakukan dalam rapat bersama tim Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Ekonomi Nasional yang dijadwalkan pada Selasa (28/4/2026) di kantor Kemenko Perekonomian bersama dengan para pelaku usaha.
Asal tahu saja, harga plastik di Indonesia per April 2026 naik signifikan, bahkan melonjak hingga 80%—100% akibat krisis global dan kenaikan biaya bahan baku impor.
Baca Juga: Hampir 12 Juta Wajib Pajak Lapor SPT 2025, Ini Panduan & Cara Isi SPT Di Coretax
Harga biji plastik PP menembus Rp 66.900—Rp 102.900/kg, sementara plastik HD naik hingga Rp 50.000/kg, berdampak pada lonjakan biaya operasional industri, terutama UMKM.
“Kita akan bahas rapat dengan tim satgas di sini. Satgas percepatan ekonomi nasional termasuk debottlenecking,” ujar Airlangga saat ditemui di kantornya, Jakarta Pusat, Senin (27/4/2026).
Airlangga menyebut, rapat tersebut akan fokus pada upaya mencari solusi bagi pelaku usaha yang terdampak lonjakan harga bahan baku plastik. Namun demikian, ia belum merinci bentuk stimulus yang akan diberikan pemerintah.
“Tunggu besok (Selasa (28/4) akan dibahas,” katanya.
Baca Juga: 5 Negara yang Jadi Raja Investasi di Indonesia pada Kuartal I-2026, Siapa Teratas?
Kenaikan harga plastik belakangan menjadi perhatian karena berpotensi menekan biaya produksi sejumlah sektor industri, terutama yang bergantung pada bahan baku tersebut. Pemerintah pun tengah mengkaji langkah strategis agar dampaknya terhadap dunia usaha dan perekonomian dapat diminimalkan.
Kenaikan harga plastik mempengaruhi bisnis makanan ringan mengingat penggunaan kemasan yang mayoritas masih mengandalkan material plastik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News










