kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.709.000   20.000   0,74%
  • USD/IDR 17.818   -194,00   -1,08%
  • IDX 6.008   121,62   2,07%
  • KOMPAS100 794   18,85   2,43%
  • LQ45 597   10,61   1,81%
  • ISSI 206   5,10   2,54%
  • IDX30 339   4,60   1,38%
  • IDXHIDIV20 418   3,54   0,86%
  • IDX80 90   1,96   2,24%
  • IDXV30 113   2,76   2,50%
  • IDXQ30 109   1,12   1,03%

Pemerintah dan DPR Mengerek Anggaran Belanja K/L Jadi Rp 1.000,7 Triliun pada 2023


Rabu, 21 September 2022 / 09:05 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani . Pemerintah dan DPR Mengerek Anggaran Belanja K/L Jadi Rp 1.000,7 Triliun pada 2023.


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Noverius Laoli

Target penerimaan negara didesain sebesar Rp 2.463 triliun, naik Rp 19,4 triliun dari target awal. Penambahan target tersebut terutama dari Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp 15,1 triliun, sementara perpajakan naik Rp 4,3 triliun.

Ekonom Center of Reform on Economics (Core) Indonesia Yusuf Rendy Manilet menilai wajar belanja negara tahun depan bakal naik termasuk subsidi energi karena dua tahun terakhir, pemerintah menghadapi kendala dalam mengeksplorasi belanja negara yang terbatas.

Baca Juga: Buka Pendataan-nonasn.bkn.go.id, Ini Cara Buat Akun untuk Pendataan Non ASN 2022

Ekonom Celios Bhima Yudhistira juga memproyeksikan anggaran di APBN ini berisiko membengkak di 2023. Bahkan defisitnya bisa di atas 3% dari PDB. Ini karena kebutuhan subsidi dan kompensasi BBM masih cukup tinggi di 2023.

Selain itu pemerintah juga mempercepat beberapa proyek infrastruktur sehingga BUMN membutuhkan banyak tambahan modal untuk memastikan proyeknya selesai sebelum tahun 2024. "Apalagi belanja pegawai masih cukup besar," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×