kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.913   43,00   0,24%
  • IDX 5.643   -177,60   -3,05%
  • KOMPAS100 728   -24,24   -3,22%
  • LQ45 553   -19,90   -3,47%
  • ISSI 197   -4,65   -2,31%
  • IDX30 314   -10,96   -3,37%
  • IDXHIDIV20 389   -11,74   -2,93%
  • IDX80 83   -2,75   -3,22%
  • IDXV30 107   -1,77   -1,63%
  • IDXQ30 102   -3,08   -2,93%

Pemerintah buka peluang impor beras


Senin, 10 Agustus 2015 / 17:03 WIB


Reporter: Noverius Laoli | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Dampak El Nino terhadap tanaman pertanian sudah mulai terasa. Harga pangan bahan pokoknya mulai mengalami lonjakan.

Harga cabai sekarang sudah mencapai Rp 40.000 sampai Rp 50.000 per kilogram (kg), harga daging sapi sekitar Rp 120.000 - Rp 130.000 per kg, harga daging ayam masih bertahan dikisaran Rp 30.000 - Rp 35.000 per kg. Sejumlah produk hortikultura lannya mulai mengalami peningkatan harga.

Menteri Perdagangan (Mendag) Rachmad Gobel mengatakan, pemerintah memastikan ketersediaan pangan di pasaran dengan harga yang wajar. Ia menjamin sampai saat ini pasokan pangan masih mencukupi. 

Seadainya, pasokan beras dan sejumlah komoditas lainnya kekurungan suplai, Kemdag akan membuka peluang impor. "Kami akan antisipasi kalau terjadi yang terjelek, pemerintah akan lakukan impor beras ataupun apa saja untuk atasi kekeringan," ujar Rachmat di Gedung Kemtan, Senin (10/8).

Menurut Rachmat berbagai upaya telah dilakukan pemerintah untuk memastikan ketersediaan pangan di pasaran dengan harga wajar. Selain itu, kerjasama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) juga dilakukan untuk mendatangkan hujan buatan di lahan-lahan pertanian yang mengalami kekeringan. Rachmat juga bilang pemerintah tetap akan terus membina komunikasi dan memantau pergerakan harga pangan di pasaran.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menambahkan, suplai pasokan pangan di pasaran tetap aman. Ia bilang pemerintah telah melakukan sejumlah antisipasi untuk mengatasi lonjakan harga sebagai dampak kekeringan. 

Selain telah membagikan pompa air sebanyak 21.000 unit dan membangun dan memperbaiki irigasi tersier seluas 1,3 juta hektare, Kemtan juga terus membangun embung untuk memastikan pasokan ketersediaan air di sejumlah lahan pertanian yang mengalami kekeringan. Karenanya, sampai bulan Agustus ini, Mentan mengklaim telah 76% dari 14 juta ha lahan padi yang sudah dipanen.

Sementara itu, masih ada sekitar 15% lagi tanaman padi yang akan memasuki panen pada bulan September-Oktober dan sekitar lebih dari 8% yang akan memasuki panen pada bulan November-Desember. Maka pemerintah hanya perlu berjuang menyelamatkan sebanyak 15% dari total luas lahan padi yang ada untuk menghadapi kekeringan. "Jadi yang 15% ini menjadi perhatian serius pemerintah," ujar Amran.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×