kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.819.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.625   72,00   0,41%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Pemerintah Berhasil Terbitkan Obligasi Samurai ¥ 172 Miliar, Begini Rinciannya


Jumat, 24 April 2026 / 19:01 WIB
Pemerintah Berhasil Terbitkan Obligasi Samurai ¥ 172 Miliar, Begini Rinciannya
ILUSTRASI. Mata uang Asia, won, yen, yuan, dolar AS (REUTERS/Kim Hong-Ji)


Sumber: Reuters | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah Indonesia berhasil menghimpun dana sebesar ¥ 172,1 miliar atau sekitar US$ 1,08 miliar melalui penerbitan obligasi berdenominasi yen Jepang, menurut Kementerian Keuangan dalam pernyataan tertanggal 23 April 2026.

Kementerian Keuangan Republik Indonesia menjelaskan penerbitan tersebut mencakup beberapa tenor, yakni obligasi tiga tahun senilai ¥ 126,3 miliar dengan kupon 2,35%, lima tahun sebesar ¥ 39,3 miliar dengan kupon 2,67%, tujuh tahun sebesar ¥ 4,5 miliar dengan kupon 2,89%, serta obligasi 10 tahun senilai ¥ 2 miliar dengan kupon 3,23%.

Baca Juga: Pemerintah Perlu Desain Ulang Insentif demi Serap Lebih Banyak Tenaga Kerja

Obligasi tenor tujuh dan 10 tahun diterbitkan sebagai blue bonds, yang digunakan untuk mendukung pembiayaan proyek-proyek berkelanjutan, khususnya yang berkaitan dengan ekonomi laut dan lingkungan.

Kementerian Keuangan menyebut penerbitan obligasi Samurai ini bertujuan mendukung pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 serta memperkuat strategi diversifikasi sumber pendanaan pemerintah.

Dana yang diperoleh dari blue bonds juga diarahkan untuk memperkuat pengembangan instrumen keuangan berkelanjutan di Indonesia.

Indonesia secara rutin menerbitkan obligasi internasional dalam berbagai mata uang, termasuk dolar AS, euro, dan yen, sebagai bagian dari strategi pembiayaan negara di pasar global.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU

[X]
×