kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.605.000   -35.000   -1,33%
  • USD/IDR 17.975   4,00   0,02%
  • IDX 6.315   -19,16   -0,30%
  • KOMPAS100 830   -5,48   -0,66%
  • LQ45 627   -5,43   -0,86%
  • ISSI 218   0,30   0,14%
  • IDX30 353   -3,74   -1,05%
  • IDXHIDIV20 435   -6,25   -1,42%
  • IDX80 95   -0,51   -0,53%
  • IDXV30 119   -0,20   -0,17%
  • IDXQ30 113   -1,54   -1,35%

Pemerintah Andalkan Penerimaan Pajak Tekan Utang Luar Negeri


Selasa, 06 Juli 2010 / 10:55 WIB


Reporter: Hans Henricus | Editor: Tri Adi

JAKARTA. Pemerintah berjanji menekan rasio antara utang luar negeri dan pendapatan negara. Salah satu caranya dengan meningkatkan penerimaan negara melalui pajak.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengatakan, pemerintah sudah bertekad mengurangi utang luar negeri dan tren itu sudah baik dan harus terus berjalan. "Oleh karena itu penerimaan dalam negeri harus meningkat dan komponen yang paling besar adalah pajak," ujar Presiden SBY dalam rapat terbatas di kantor Kepresidanan, Senin (5/7).

Semangat bangsa ini, kata SBY, adalah mengurangi dan menurunkan jumlah utang luar negeri. Selain itu, mencegah defisit dan menjaga perekonomian dengan cara meningkatkan penerimaan negara yang utamanya melalui pajak.

Rencananya, SBY akan kembali mengunjungi Direktorat Jenderal Pajak. Sayang dia tidak menyinggung kapan pelaksanaannya. Tujuannya, menggali informasi dan memantau reformasi birokrasi dan komitmen mengamankan penerimaan negara. "Saya ingin mendapatkan semacam kontrak bahwa sekarang ke depan tidak ada lagi yang main-main di bidang pajak," kata SBY.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Legacy Data-Driven Forecasting: Prediksi Penjualan Lebih Akurat, Keputusan Bisnis Lebih Tepat

[X]
×