kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.710.000   20.000   0,74%
  • USD/IDR 17.860   77,00   0,43%
  • IDX 6.261   -104,80   -1,65%
  • KOMPAS100 820   -15,20   -1,82%
  • LQ45 623   -10,70   -1,69%
  • ISSI 217   -3,64   -1,65%
  • IDX30 350   -5,58   -1,57%
  • IDXHIDIV20 427   -6,37   -1,47%
  • IDX80 94   -1,65   -1,73%
  • IDXV30 118   -1,48   -1,24%
  • IDXQ30 111   -1,60   -1,42%

Pemerintah akan terbitkan SBN pada 2022 senilai Rp 991,3 triliun


Senin, 16 Agustus 2021 / 20:56 WIB
ILUSTRASI. Bauran Kebijakan Moneter dan Fiskal. KONTAN/Cheppy A. Muchlis/04/12/2018


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah akan menargetkan pembiayaan utang dalam Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara  (RAPBN) 2022 yang bersumber dari Surat Berharga Negara (SBN) neto yang direncanakan sebesar Rp 991,3 triliun atau turun 0,2% jika dibandingkan dengan outlook APBN tahun 2021 sebesar Rp 992,9 triliun.  

Hal tersebut tertuang dalam Buku II Nota Keuangan 2022 yang dikeluarkan Kementerian Keuangan pada Senin (16/8/). Upaya pemenuhan target pembiayaan utang melalui penerbitan SBN tahun 2022 juga akan dilakukan Pemerintah dengan memprioritaskan instrumen SBN dalam mata uang rupiah.

“Pemilihan instrumen dan tenor penerbitan akan dilakukan dengan mempertimbangkan faktor-faktor antara lain kebijakan pengelolaan utang, biaya penerbitan SBN, risiko pasar keuangan domestik dan global, preferensi investor, dan kapasitas daya serap pasar,” seperti dikutip dalam dokumen tersebut, Senin (16/8).

Baca Juga: Paling banyak dari SBN, pemerintah akan menarik utang Rp 973,58 triliun tahun depan

Dari sisi tenor, SBN yang akan diterbitkan berupa Obligasi Negara (ON) dan Sukuk Negara dengan tenor 2 sampai 50 tahun dan Surat Perbendaharaan Negara (SPN) maupun Surat Perbendaharaan Negara Syariah (SPNS)  dengan tenor paling lama 12 bulan.

Penerbitan ON maupun Sukuk ini dapat dilakukan baik untuk seluruh investor maupun spesifik hanya untuk investor ritel dalam bentuk Obligasi Negara Ritel, Sukuk Ritel, Saving Bond Ritel (SBR), dan Sukuk Tabungan.

Selain itu pada 2022, Pemerintah juga akan melanjutkan inovasi pemasaran SBN ritel secara online yang telah dimulai tahun 2018. Dengan inovasi tersebut, Pemerintah berharap dapat meningkatkan akses masyarakat terutama generasi milenial untuk berinvestasi pada SBN.

Selain penerbitan SBN domestik melalui lelang dan SBN ritel, Pemerintah juga melanjutkan inovasi penerbitan Cash Waqf Linked Sukuk sebagai salah satu upaya untuk mendukung Gerakan Wakaf Nasional.

Selanjutnya: Dijual mulai 20 Agustus, kupon sukuk ritel seri SR015 diperkirakan sebesar 5%

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×