kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Pemerintah akan tambah anggaran subsidi energi


Kamis, 22 Juni 2017 / 16:00 WIB


Reporter: Adinda Ade Mustami | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Kementerian Keuangan (Kemkeu) berencana menambah anggaran subsidi energi dalam pengajuan rancangan anggaran pendapatan dan belanja negara perubahan (RAPBN-P) 2017. Rencananya, rancangan tersebut akan diserahkan ke DPR awal Juli mendatang.

Direktur Jenderal (Dirjen) Anggaran Kementerian Keuangan (Kemkeu) Askolani mengatakan, kemungkinan anggaran subsidi listrik dan elpiji 3 kg akan meningkat. Sementara anggaran subsidi bahan bakar minyak (BBM) lanjut Askolani kemungkinan tidak banyak berubah.

"Angkanya tunggu di RAPBN-P ya kepastiannya," kata Askolani, Kamis (22/6). Sayangnya, ia masih enggan menyebut jumlah tambahan yang dimaksud.

Tambahan anggaran subsidi energi tersebut sejalan dengan penegasan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan bahwa tidak akan ada kenaikan tarif dasar listrik per 1 Juli 2017 hingga Akhir Desember 2017 mendatang.

Terkait hal ini, Jonan meminta tambahan anggaran subsidi listrik sebesar Rp 1,71 triliun. Tak hanya itu, Jonan juga menegaskan bahwa tidak akan ada kenaikan tarif gas elpiji 3 kilo gram (kg) hingga akhir September mendatang.

Lebih lanjut Askolani mengatakan, usulan Menteri ESDM tersebut akan ditampung. Meski demikian, keputusan tambahan anggaran itu masih akan menunggu hasil verifikasi yang dilakukan pihaknya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×