CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.604.000   4.000   0,15%
  • USD/IDR 17.627   61,00   0,35%
  • IDX 6.541   -47,96   -0,73%
  • KOMPAS100 858   -8,05   -0,93%
  • LQ45 650   -6,26   -0,95%
  • ISSI 227   -3,10   -1,35%
  • IDX30 361   -3,60   -0,99%
  • IDXHIDIV20 450   -2,93   -0,65%
  • IDX80 98   -0,98   -0,99%
  • IDXV30 125   -0,95   -0,75%
  • IDXQ30 116   -1,19   -1,02%

Pemerintah akan menambah kuota BBM subsidi


Kamis, 06 September 2012 / 19:31 WIB
ILUSTRASI. Google Doodle hari ini edisi Olimpiade Tokyo, mainkan 7 mini game cabang olahraga


Reporter: Herlina KD | Editor: Asnil Amri

JAKARTA. Kuota Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi yang dialokasikan sebesar 40 juta kilo liter dipastikan tidak mencukupi hingga akhir tahun nanti. Oleh karena itu, akan mengajukan alokasi tambahan kuota sebesar 4 juta kilo liter lagi dengan anggaran Rp 12 triliun ke DPR.

Menteri Keuangan Agus Martowardojo bilang, pihaknya akan berdiskusi dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk membahas kebutuhan BBM bersubsidi hingga akhir tahun. "Kelihatannya jumlah yang diajukan Menteri ESDM di atas 4 juta kilo liter," ungkapnya Kamis (6/9).

Agus memastikan, pemerintah memiliki anggaran untuk menambah kuota BBM bersubsidi tersebut. Dalam hitungannya, tambahan kuota BBM bersubsidi ini tidak akan menambah defisit anggaran yang telah dipatok sekitar 2,2% - 2,3% dari PDB.

Sementara itu, Pelaksana tugas (Plt) Kepala Badan Kebijakan Fiskal BKF) Bambang Brodjonegoro mengungkapkan, kebutuhan tambahan kuota BBM bersubsidi per bulan mencapai 1 juta kilo liter atau 4 kilo liter sampai akhir tahun. "Setiap satu juta kilo liter (tambahan kuota BBM bersubsidi) dibutuhkan anggaran Rp 3 triliun," jelasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×