kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.615.000   -20.000   -0,76%
  • USD/IDR 18.110   -15,00   -0,08%
  • IDX 6.040   1,68   0,03%
  • KOMPAS100 789   0,53   0,07%
  • LQ45 599   -3,49   -0,58%
  • ISSI 210   2,97   1,43%
  • IDX30 339   -1,95   -0,57%
  • IDXHIDIV20 422   -0,99   -0,24%
  • IDX80 90   0,01   0,01%
  • IDXV30 116   1,09   0,96%
  • IDXQ30 109   -0,38   -0,35%

Pemerintah ngotot minta tambahan BBM subsidi


Rabu, 05 September 2012 / 14:40 WIB
ILUSTRASI. Air purifier dan air humidifier adalah dua alat yang berbeda.


Reporter: Yudho Winarto | Editor: Edy Can


JAKARTA. Pemerintah memastikan kuota BBM bersubsidi tahun ini sebesar 40 juta kiloliter tidak cukup. Pemerintah membutuhkan tambahan sebanyak 3-4 juta kiloliter lagi.

Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa menyatakan, tambahan kuota bersubsidi itu sesuai dengan pertumbuhan ekonomi dan transportasi. Saat ini, jumlah kendaraan bermotor sudah mencapai 8 sampai 9 juta unit dan produksi kendaraan per harinya mencapai 1 juta unit. "Bahkan, di Kalimantan saja dalam waktu 1-2 tahun belakangan jumlah kendaraan meningkat dua kali lipat," jelasnya, Rabu (5/9).

Selain itu, Hatta mengatakan, konsumsi BBM bersubsidi kemungkinan bertambah seiring kenaikan harga BBM non subsidi klantaran mengikuti harga minyak dunia yang cenderung naik. Menurutnya, kenaikan harga itu mendorong terjadinya migrasi konsumsi BBM non subsidi ke bersubsidi. "Ini harus kita cegah," katanya.

Karena itu, Hatta mengatakan, DPR harus menambah kuota BBM bersubsidi. Rencananya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik akan segera mengusulkan tambahan kuota BBM bersubsidi ke Komisi VII DPR.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Teori, Strategi & Taktik Penagihan Kredit/ Piutang Macet Secara Dini & Terintegrasi Serta Efisien & Efektif

[X]
×