kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.531.000   5.000   0,20%
  • USD/IDR 18.176   17,00   0,09%
  • IDX 5.083   26,24   0,52%
  • KOMPAS100 656   4,41   0,68%
  • LQ45 517   1,77   0,34%
  • ISSI 170   0,26   0,15%
  • IDX30 291   0,97   0,33%
  • IDXHIDIV20 391   -0,54   -0,14%
  • IDX80 76   0,43   0,57%
  • IDXV30 109   -0,15   -0,14%
  • IDXQ30 97   -0,49   -0,50%

Pembahasan klaster ketenagakerjaan RUU Cipta Kerja ditunda, serikat buruh batal demo


Jumat, 24 April 2020 / 17:36 WIB
ILUSTRASI. Ratusan buruh menggelar aksi unjuk rasa menentang omnibus law di Jakarta, Senin (20/1/2020). Dalam aksinya mereka menolak omnibus law yang dinilai hanya menguntungkan pengusaha dan investor serta merugikan pekerja di Indonesia. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho G


Reporter: Lidya Yuniartha | Editor: Noverius Laoli

Lebih lanjut, Said Iqbal mengatakan, harus ada pembahasan ulang draft RUU Cipta Kerja Klaster Ketenagakerjaan yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan. Pembahasan tersebut pun harus dilakukan setelah Covid-19 berakhir.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo sudah mengatakan sudah menyampaikan penundaan pembahasan klaster ketenagakerjaan dalam RUU Cipta Kerja  ke DPR.

Baca Juga: Ini alasan Puan minta Baleg DPR tunda bahas pasal ketenagakerjaan di RUU Cipta Kerja

Dia mengatakan, penundaan pembahasan ini menjadi kesempatan untuk mendalami pasal terkait dan menerima masukan dari berbagai pihak terkait.

"Hal ini juga untuk memberikan kesempatan kepada kita untuk mendalami lagi substansi dari pasal-pasal yang terkait dan juga untuk mendapatkan masukan-masukan dari para pemangku kepentingan," ujar Jokowi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
11.11
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×