Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Presiden Prabowo Subianto menyetujui permintaan 2 helikopter waterbombing untuk mengatasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Sumatra Selatan.
Keputusan tersebut disampaikan Prabowo lansung saat memimpin rapat terbatas penangan Karhutla di Palembang Sumatera Selatan, Senin (24/8/2026).
"Tadi kebutuhan, saya sekarang butuh laporan tentang kebutuhan yang kalian butuhkan. Tadi sudah disampaikan kebutuhan satu helikopter waterbombing tambahan, sudah bisa bantu satu lagi. Kita juga butuhkan alat ekskavator," ujar Kepala Negara.
Selain itu, Presiden juga menyepakati penambahan 20 eskavator untuk pembuatan kanal baru untuk memberikan sumber air di kawasan lokasi kebakaran.
"Kita punya ekskavator, bisa kita kirim? Bisa segera dikirim ke sini? Kita akan segera kirim. Kita bisa kirim berapa ke sini? 20, Anda cukup? 20 cukup? Ya sudah, segera kirim ke sini. Apa lagi yang kau butuhkan? KSAD, apa, yang dilakukan di tempat-tempat lain itu, bor air itu,” lanjutnya.
Persetujuan tersebut diberikan Kepala Negara usai menerima laporan dari Kepala Pelaksana BPBD Sumatra Selatan M. Iqbal Alisyahbana terkait update penangan Karhutla di Sumatra Selatan.
Baca Juga: Prabowo Pastikan Karhutla di Riau Terus Ditangani, Siapkan Waterbombung dan Freefall
Dirinya menyampaikan bawah hingga 23 Agustus 2026 tercatat sebanyak 12.956 titik panas (hotspot) di Sumatra Selatan. Kabupaten Ogan Komering Ilir menjadi wilayah dengan jumlah hotspot tertinggi, yakni 2.435 titik, disusul Kabupaten Musi Banyuasin sebanyak 2.139 titik dan Kabupaten Muara Enim sebanyak 1.909 titik.
“Jumlah titik hotspot ini sangat meningkat di bulan Agustus ini, yang mana di bulan Juli ada 2.096 titik hotspot, meningkat di bulan Agustus sampai dengan tanggal 23 ada 8.044 titik hotspot yang terjadi di Sumatra Selatan,” ujar Iqbal.
Lebih lanjut, Iqbal menyampaikan luas lahan yang terbakar di Sumatra Selatan hingga 23 Agustus 2026 mencapai 1.926 hektare. Berdasarkan luas lahan terbakar tersebut, Sumatra Selatan berada pada peringkat ke-18 dari 36 provinsi di Indonesia.
“Untuk rekapitulasi kejadian karhutla di Sumatra Selatan sampai dengan periode 23 Agustus 2026, ada 1.723 kejadian,” imbuh Iqbal.
Baca Juga: Tangani Karhutla, Prabowo Kerahkan 17 Helikopter Water Bombing dan 1.500 Prajurit TNI
Iqbal menyebut untuk mendukung penanganan karhutla, Sumatra Selatan mengerahkan 11.567 personel yang berasal dari berbagai unsur, mulai dari BPBD, TNI, Polri, Lanud, Manggala Agni, Polhut, Satpol PP, hingga kelompok masyarakat dan unsur perusahaan, termasuk Kelompok Tani Peduli Api, Masyarakat Peduli Api, Regu Pemadam Kebakaran (RPK) perusahaan, dan RPK HTI.
Upaya penanganan dilakukan melalui deteksi dini dan pemantauan hotspot, patroli darat dan udara, serta operasi pemadaman. Sumatra Selatan juga mendapat dukungan operasi udara dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), berupa dua helikopter patroli dan lima helikopter water bombing.
“Kita di Sumatra Selatan melakukan operasi modifikasi cuaca sudah berlangsung pada 4 sesi. Yang terakhir di tanggal ini, di tanggal 22 Agustus sampai dengan 26 Agustus nanti” imbuh Iqbal.
Baca Juga: Prabowo Lanjutkan Penanganan Karhutla ke Sumatra, 2.894 Hotspot Terdeteksi
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














