kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.973.000   129.000   4,54%
  • USD/IDR 16.807   4,00   0,02%
  • IDX 8.147   24,12   0,30%
  • KOMPAS100 1.146   9,03   0,79%
  • LQ45 833   9,07   1,10%
  • ISSI 287   -1,72   -0,60%
  • IDX30 433   3,38   0,79%
  • IDXHIDIV20 520   5,37   1,04%
  • IDX80 128   1,27   1,00%
  • IDXV30 142   0,85   0,61%
  • IDXQ30 140   0,75   0,54%

Pemahaman Masyarakat Jadi Salah Satu Pendorong Pertumbuhan Industri Halal Indonesia


Rabu, 14 Januari 2026 / 18:34 WIB
Pemahaman Masyarakat Jadi Salah Satu Pendorong Pertumbuhan Industri Halal Indonesia
ILUSTRASI. Kewajiban Sertifikat Halal Resmi Diberlakukan (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Ahmad Febrian, Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Ahmad Febrian

KONTAN.CO.ID - JAKARTA.  Seiring meningkatnya posisi Indonesia dalam pengembangan ekosistem halal global, upaya memperluas pemahaman halal di kalangan generasi muda terus menjadi perhatian,

Meski halal merupakan bagian dari kewajiban mayoritas masyarakattingkat literasi belum merata. Padahal, sebagai negara dengan sebagai negara dengan populasi muslim terbesar di dunia, yakni 87,2% dari 229 juta jiwa, Indonesia memiliki kebutuhan besar terhadap layanan dan pengetahuan tentang halal. 

Industri halal menjadi salah satu bagian ekosistem ekonomi syariah. Lainnya adalah lembaga keuangan, pendidikan, rumah sakit Islam, ormas serta layanan haji dan umrah. 

Keberadaan 30.494 pesantren yang menaungi sekitar 4,37 juta santri menjadi fondasi industri syariah. “Pesantren memiliki lima peran kunci dalam menggerakkan ekonomi syariah: pusat edukasi dan literasi, penggerak UMKM syariah, penguatan inklusi keuangan, pengembang ekonomi halal, hingga laboratorium ekonomi syariah,” kata Direktur Utama Bank Syariah Nasional (BSN), Alex Sofjan Noor, dalam keterangannya, belum lama ini.

Dan secara umum, para pelajar memiliki peran strategis sebagai agen perubahan yang dapat mendorong kesadaran halal di masa depan.  Salah satu upaya mendorong literasi halal adalah Gen Halal Championship 2025. Program literasi halal yang melibatkan pelajar SMA/SMK/MA  di Indonesia.

Direktur Utama Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan dan Kosmetika (LPPOM), Muti Arintawati menilai, tingginya partisipasi pelajar dalam kegiatan tersebut menunjukkan tumbuhnya ketertarikan generasi muda terhadap isu halal. Namun, ia mengakui, secara umum tingkat literasi halal di Indonesia masih perlu ditingkatkan.

Baca Juga: Pemerintah Bakal Kembangkan 6 KEK Baru, Salah Satunya KEK Halal di Sidoarjo

“Meskipun Indonesia adalah negara dengan mayoritas muslim terbesar dan halal merupakan kewajiban, literasi halal belum berada pada level yang kita harapkan,” ujarnya, dalam keterangan resmi, Selasa (13/1)

Menurut Muti, pemahaman masyarakat menjadi faktor penting dalam mendorong pertumbuhan industri halal. Tanpa literasi yang memadai, dorongan terhadap pelaku usaha untuk menjaga dan mensertifikasi kehalalan produk dinilai belum akan optimal.

“Pelaku usaha tidak akan terdorong mempertahankan kehalalan produknya jika tidak ada tuntutan dari masyarakat. Sementara masyarakat tidak akan menuntut jika tidak memiliki pemahaman,” jelasnya.

Menariknya, partisipasi dalam kegiatan tersebut tidak hanya datang dari pelajar muslim. Ia menilai, hal tersebut menunjukkan bahwa konsep halal semakin dipahami sebagai standar kualitas dan keamanan produk. “Konsumen non-muslim melihat halal sebagai sesuatu yang baik, karena halal harus sejalan dengan prinsip thayyib,” tambahnya.

Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH. M. Cholil Nafis menilai, pengenalan konsep halal sejak dini sebagai langkah strategis dalam membangun generasi yang berintegritas. “Halal tidak hanya berkaitan dengan makanan dan minuman, tetapi juga menyangkut sumber kehidupan dan gaya hidup,” ujarnya.

Staf Ahli Bidang Inovasi Kepemudaan dan Keolahragaan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) sekaligus Ketua MUI Bidang Fatwa, KH M. Asrorun Ni’am Sholeh menekankan, isu halal merupakan agenda strategis lintas generasi. “Ketika kita memberi perhatian pada halal, berarti kita telah menyentuh bagian penting dari ajaran agama,” katanya.

Selanjutnya: Perubahan Preferensi Nasabah Tekan Bisnis Bancassurance

Menarik Dibaca: 12 Makanan dan Minuman yang Mengandung Kalori Tinggi Diam-Diam

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×