kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.859.000   40.000   1,42%
  • USD/IDR 17.535   0,00   0,00%
  • IDX 6.859   -46,72   -0,68%
  • KOMPAS100 916   0,38   0,04%
  • LQ45 670   1,21   0,18%
  • ISSI 248   -2,34   -0,93%
  • IDX30 377   0,90   0,24%
  • IDXHIDIV20 461   -0,72   -0,16%
  • IDX80 104   0,22   0,22%
  • IDXV30 132   0,58   0,44%
  • IDXQ30 120   -0,91   -0,75%

Pekan Pertama Juni 2023, Dana Asing Masuk Rp 4,87 Triliun


Sabtu, 10 Juni 2023 / 07:31 WIB
Pekan Pertama Juni 2023, Dana Asing Masuk Rp 4,87 Triliun
ILUSTRASI. aliran masuk modal asing ke pasar keuangan dalam negeri pada pekan pertama Juni 2023 capai Rp 4,87 triliun


Reporter: Bidara Pink | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Terdapat aliran masuk modal asing ke pasar keuangan dalam negeri pada pekan pertama Juni 2023.

Berdasarkan data transaksi yang dihimpun Bank Indonesia (BI) periode 5 Juni 2023 sampai 8 Juni 2023, nonresiden beli neto Rp 4,87 triliun.

Direktur Eksekutif, Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono mengungkapkan, asing masuk baik di pasar surat berharga negara (SBN) maupun di pasar saham.

“Nonresiden beli neto Rp 4,79 triliun di pasar SBN dan beli neto Rp 80 miliar di pasar saham,” terang Erwin dalam laporannya, Jumat (10/6).

Baca Juga: Akhir 2023, Cadangan Devisa Indonesia Berpotensi Tembus US$ 155 Miliar

Seiring dengan masuknya asing ke pasar keuangan domestik, premi risiko investasi di Indonesia juga menurun.

Tercermin dari premi credit defaul swap (CDS) Indonesia 5 tahun yang turun ke 81,73 bps per 8 Juni 2023 dari 83,38 per 2 Juni 2023.

Lebih lanjut, dengan perkembangan terkini, selama tahun 2023 atau dari awal tahun hingga 8 Juni 2023, terpantau ada aliran dana asing yang masuk secara neto ke pasar keuangan domestik.

Berdasarkan data setelmen secara year to date (ytd) 8 Juni 2023, nonresiden beli neto Rp 73,27 triliun di pasar SBN dan beli neto Rp 19,05 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×