CLOSE [X]
kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |

Peci BJ Habibie, Tersimpan di Museum Balai Kirti


Rabu, 11 September 2019 / 23:05 WIB

Peci BJ Habibie, Tersimpan di Museum Balai Kirti
ILUSTRASI. Foto Habibie dan Ainun dalam salah satu ruangan di kediaman Presiden ketiga RI BJ Habibie di kawasan


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indonesia berduka. Mantan presiden RI ke-3, Bacharuddin Jusuf Habibie (BJ Habibie) tutup usia pada usia 83 tahun, Rabu (11/9) malam.

Monumen BJ Habibie hasil inisiasi Pemerintah Provinsi Gorontalo, kelak mungkin akan menjadi pengingat tentang sosok pembuat pesawat pertama di Indonesia ini.

Begitu juga dengan monumen Habibie dan Ainun di Parepare. Mengingatkan kisah cinta sejoli tersebut, yang kemudian diangkat ke film layar lebar.

Namun tidak hanya itu. Satu peninggalan original dari BJ Habibie adalah peci atau kopiah yang kini tersimpan di Museum Kepresidenan RI Balai Kirti.

Museum ini diresmikan oleh Presiden RI ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono pada tanggal 18 Oktober 2014. Museum yang terletak di area Istana Kepresidenan Bogor ini menyimpan barang asli atau replika yang dihibahkan mantan presiden dan atau keluarganya.

Lewat situs kemdikbud.go.id, diterangkan bahwa museum tersebut menyimpan peci nasional milik BJ Habibie. Peci ini berwarna hitam, terbuat dari bahan beludru berbentuk oval. Peci yang sering dipakai BJ Habibie ini, dihibahkan langsung oleh sang empunya.

Tidak hanya BJ Habibie. Sejumlah benda milik mantan presiden lain pun terpajang di museum ini.

Misalnya koleksi pribadi milik presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri berupa pakaian dinas kenegaraan. Pakaian dinas berwarna biru tersebut, terbuat dari sutera dengan model semi kebaya.

Sedangkan dari presiden ke-4 RI, Abdurrahman Wahid (Gus Dur), museum ini mengoleksi sebuah papan quotes. Papan ini terbuat dari fiber berwarna kuning keemasan yang ditempelkan pada dasar fiber berbentuk persegi panjang.

Adapun tulisan latin kapital yang menghiasi isi papan quotes itu bertuliskan, "Tidak ada kekuasaan yang layak dipertahankan dengan pertumpahan darah". Isi quotes itu, pernah disampaikan mendiang Gus Dur saat pidato kepresidenan tahun 2001 silam.


Reporter: Yuwono Triatmodjo
Editor: Yuwono triatmojo
Video Pilihan

Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2019 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0004 || diagnostic_api_kanan = 0.0006 || diagnostic_web = 0.3001

Close [X]
×