kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.980   67,00   0,37%
  • IDX 5.716   73,01   1,29%
  • KOMPAS100 739   11,51   1,58%
  • LQ45 560   6,77   1,22%
  • ISSI 199   2,31   1,18%
  • IDX30 317   3,07   0,98%
  • IDXHIDIV20 391   1,23   0,32%
  • IDX80 84   1,13   1,36%
  • IDXV30 107   -0,15   -0,14%
  • IDXQ30 102   0,62   0,61%

Pebisnis diminta percepat pakai dana repatriasi


Kamis, 09 Maret 2017 / 18:47 WIB


Reporter: Adinda Ade Mustami | Editor: Adi Wikanto

JAKARTA. Badan Koordinasi dan Penanaman Modal (BKPM) mengimbau kepada para mengusaha untuk tidak menunda rencana ekspansinya. Khususnya, rencana ekspansi perusahaan dengan dana repatriasi amnesti pajak / tax amnesty .

Kepala BKPM Thomas Trikasih Lembong mengatakan, sejumlah peserta amnesti pajak telah merepatriasikan dananya ke dalam negeri. Sebagian besar mereka adalah pengusaha-pengusaha yang memiliki pabrik.

Oleh karena itu lanjut Lembong, lebih baik pengusaha mempercepat rencana ekspansinya menggunakan dana repatriasi tersebut. Apalagi, prospek pertumbuhan ekonomi terus membaik. Hal tersebut berpotensi meningkatkan permintaan sehingga ekspansi pengusaha akan produktif.

"Jadi daripada tadinya mau ekspansi tiga tahun dari sekarang, kan sudah memasukan dananya dari luar negeri. Daripada dananya menganggur, lebih baik ekspansi bisnis dimajukan," kata Lembong, kemarin.

Lembong juga mengatakan, pihaknya telah memberikan kemudahan bagi pengusaha yang ingin berinvestasi dengan didanai oleh dana amnesti pajak, melalui layanan investasi tiga jam. Sayangnya, ia belum mau menyebutkan perkembangan pemanfaatan layanan tersebut.

Ia memperkirakan, dana-dana repatriasi amnesti pajak baru akan mengalir ke sektor riil mulai kuartal kedua dan ketiga mendatang. Lembong optimistis, pertumbuhan investasi tahun ini bisa lebih tinggi setelah melambat di tahun lalu.

"Tahun lalu investasi turun karena tidak ada uang. Sebab uangnya dialihkan untuk tax amnesty. Tapi kan hanya berputar dari luar ke dalam negeri. Tetapi itu kan bisa dipakai, bisa dikongsikan dengan investor," tambahnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×