kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.675.000   11.000   0,41%
  • USD/IDR 17.842   -48,00   -0,27%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

BMKG: Terjadi 235 Kali Gempa Susulan di NTT hingga Pukul 14.00


Sabtu, 15 Agustus 2026 / 17:44 WIB
BMKG: Terjadi 235 Kali Gempa Susulan di NTT hingga Pukul 14.00
ILUSTRASI. Gempa bumi di Nagekeo Flores NTT (15/8/2026) (Dok/USGS)


Sumber: Reuters,Kompas.com | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat terjadi 235 kali aktivitas gempa bumi susulan (aftershocks) sejak Sabtu (15/8/2026) pagi hingga pukul 14.00 WIB, setelah gempa utama yang terjadi di utara Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). 

"Kejadian gempa bumi susulan terhitung hingga pukul 14.00 WIB, tercatat 235 aktivitas gempa bumi susulan," kata Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani, yang hadir dalam konferensi pers daring bersama BNPB, di Jakarta, Sabtu. 

Gempa susulan tersebut terdistribusi di sebelah utara Pulau Flores dengan kisaran magnitudo M 2,5 hingga M 6,2. 

Baca Juga: Dukung Mobilisasi Program Ketahanan Pangan Nasional, Kapal Swasta Dikerahkan

"Utamanya berada di bagian utara dari Pulau Flores," ujar Faisal.  

BMKG terus memantau pergerakan sesar secara real time. Hingga saat ini, kata dia, gempa-gempa susulan itu belum mengalami peluruhan.

Dia memperkirakan peluruhan alami memerlukan waktu berkisar antara 2 hingga 3 minggu, seperti gempa yang terjadi sebelumnya di Maluku Utara.  

"Jadi diperlukan waktu hingga gempa-gempa susulan ini akan luruh setelah 2 atau tiga minggu," ujar dia.  

Ada 4 gempa susulan besar 

Sementara, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, berdasarkan informasi dari BMKG, pasca gempa bermagnitudo 7,7, ada 4 gempa susulan yang cukup besar. 

"Sampai pukul 15.00 hari ini, itu sudah terjadi 31 kali gempa susulan, yang signifikan atau yang magnitudenya besar, ini tercatat ada 4," kata Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto, dalam kesempatan yang sama.  

Dari empat gempa susulan besar itu, yang pertama terjadi pada pukul 05.13 WIB dengan magnitudo 6,2. 

"Tepatnya hampir sama dengan gempa yang pertama, cuma kedalamannya ini naik. Jadi, yang gempa susulan pertama itu di kedalaman 10 kilometer dan tetap berada di laut," tutur dia. 

Sementara itu, gempa susulan kedua terjadi pada pukul 05.13.53 dengan magnitudo 5,5. Sama seperti gempa pertama, titik gempa susulan kedua ini berada di laut. 

"Lintangnya di 8,14 Lintang Selatan, 120,11 Bujur Timur, dan kedalamannya di 10 kilometer," ucap Suharyanto. 

Sementara itu, gempa susulan ketiga terjadi pada 05.28 dengan magnitudo 6,2 di kedalaman 10 kilometer.

Gempa susulan keempat pukul 05.37 dengan magnitudo 5,6. 

"Gempa-gempa susulan yang lainnya yang tadi saya katakan 31 kali menurut informasi BMKG, itu tidak ada lagi yang kekuatannya di atas yang tadi saya sebutkan. Sejak pukul 7 pagi sampai sekarang sudah tidak ada lagi gempa-gempa yang magnitudonya besar," ujar dia.

Korban meninggal bertambah

Berdasarkan berita Reuters yang dikutip KONTAN pukul 16.21 wib, jumlah korban meninggal akibat gempa NTT bertambah menjadi 38 orang. 

Jumlah korban tersebut telah dikonfirmasi oleh Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto

Baca Juga: Gempa M 7,7 Guncang NTT, Kemenhub Cek Kerusakan Bandara Komodo hingga Pelabuhan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait



TERBARU

[X]
×