kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

PDB berpeluang naik hingga US$ 155 miliar para 2025 melalui industri 4.0


Selasa, 13 Agustus 2019 / 10:01 WIB
PDB berpeluang naik hingga US$ 155 miliar para 2025 melalui industri 4.0
ILUSTRASI. Logo Bank Indonesia

Reporter: Bidara Pink | Editor: Handoyo .

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah melalui Kementerian Perindustrian memandang industri 4.0 mampu menggenjot PDB Indonesia.

Indonesia memiliki peluang untuk meningkatkan PDB hingga US$ 155 miliar pada 2025 dengan kontribusi pemasukan tenaga kerja sebesar US$ 35 miliar dan peningkatan produktivitas sebesar US$ 120 miliar.

Direktur Jenderal Ketahanan, Perwilayahan, dan Akses Industri Internasional Doddy Rahadi mengungkapkan bahwa Indonesia harus menggalakkan program "Making Indonesia 4.0". "Secara langsung, industri 4.0 mampu meningkatkan sektor produksi serta menguatkan posisi eksportir," kata Doddy, Senin (12/8).

Sektor yang nantinya diprioritaskan akan masuk dalam "Making Indonesia 4.0" adalah sektor makanan dan minuman, tekstil dan apparel, otomotif, elektronik, dan kimia.

Saat ini proses untuk menuju industri 4.0 sudah dilakukan. Implementasi pertama ada dalam proses transformasi manager dan para ahli. Pemerintah sudah melakukan training pada 203 orang dari kantor publik dan sektor khusus. Masing-masing dibagi ke dalam 5 batch.

Lalu ada juga pelatihan khusus untuk 150 orang dari sektor khusus yang dilakukan demi meningkatkan kemampuan dan kompetensi para teknisi dan ahli mesin.

Selanjutnya di taraf industri, pemerintah juga mengawal industri yang telah dipilih untuk menerapkan Industri 4.0. Sejauh ini, sudah ada 10 industri yang telah dipilih.

Untuk ke depannya, pemerintah juga telah menyiapkan 10 strategi untuk program "Making Indonesia 4.0". Di antaranya adalah mengembangkan tenaga kerja dengan menerapkan program-program pelatihan dan vokasi.

Selain itu ada insentif fiskal dan subsidi untuk penerapan teknologi baru 4.0. Di antaranya adalah introduksi terhadap mesin-mesin baru, melakukan research and development (R&D), transfer teknologi, dan lain-lain.





Close [X]
×