kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.773.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Pasokan cabai seret, inflasi Desember akan melesat naik


Kamis, 23 Desember 2010 / 14:25 WIB


Reporter: Wahyu Satriani , Nina Dwiantika | Editor: Ruisa Khoiriyah

JAKARTA. Kelangkaan cabai yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir diperkirakan akan mendongkrak laju inflasi Jakarta pada akhir tahun ini. Demikian disampaikan Ketua Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Hasan Basri Saleh, dalam jumpa pers di Gedung Bank Indonesia, Kamis (23/12).

"Pasokan cabai di Pasar Induk Kramat Jati turun 13,8 % dalam beberapa minggu terakhir ini. Hal ini kami perkirakan akan menyumbang inflasi Desember ini," kata Hasan.

Kelangkaan cabai itu terjadi akibat tidak lancarnya pasokan. Pasalnya, sejumlah daerah pemasok cabai di daerah Jawa Tengah, seperti Magelang, Klaten, Salatiga, dan Muntilan masih belum kondusif untuk bercocok tanam akibat terimbas bencana alam letusan Gunung Merapi Oktober lalu.

"Yang memberi pasokan signifikan itu dari Jawa Tengah. Kebetulan kemarin terkena bencana Merapi sehingga pasokannya turun," tuturnya.

Kota Jakarta menyubang 22,5% dalam pembentukan inflasi nasional. Pada bulan November 2010 laju inflasi Jakarta tercatat 0,33% dan diperkirakan inflasi Desember bisa mencapai 0,5%. "Bisa 0,5% atau kami perkirakan dibawah itu," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×