kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.000   153,00   0,86%
  • IDX 5.941   -254,36   -4,11%
  • KOMPAS100 785   -38,94   -4,72%
  • LQ45 589   -30,28   -4,89%
  • ISSI 206   -8,52   -3,97%
  • IDX30 334   -15,73   -4,50%
  • IDXHIDIV20 412   -15,89   -3,71%
  • IDX80 89   -4,83   -5,16%
  • IDXV30 113   -4,09   -3,48%
  • IDXQ30 108   -4,46   -3,97%

Pariwisata laut didorong jadi sumber utama pemasukan nasional


Selasa, 28 Agustus 2018 / 18:57 WIB
ILUSTRASI. Wisatawan mancanegara di Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika


Reporter: Ghina Ghaliya Quddus | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - YOGYAKARTA. Untuk menggenjot penerimaan devisa pariwisata, pemerintah memproyeksi pariwisata laut akan menjadi sumber utama pemasukan nasional.

Sebab, mayoritas dari 10 destinasi wisata baru di luar Bali merupakan destinasi wisata laut. Di antaranya, Danau Toba (Sumut), Belitung (Babel), Tanjung Lesung (Banten), Kepulauan Seribu (DKI Jakarta), Mandalika Lombok (NTB), dan Taman Nasional Wakatobi (Sulawesi Tenggara), dan Morotai (Maluku Utara).

Adapun, pemerintah telah menetapkan empat destinasi wisata sebagai program super prioritas pariwisata Indonesia yang di dalamnya juga mayoritas pariwisata laut. Empat destinasi itu yakni, Danau Toba, Borobudur, Mandalika, dan Labuan Bajo.

Ketua Tim Percepatan Pembangunan Destinasi Pariwisata Prioritas Kementerian Pariwisata Hiramsyah S Thaib mengatakan, prioritas pemerintah ini ditentukan berdasarkan kesiapan destinasi tersebut, biaya yang murah, dan kemudahannya sehingga cepat dikembangkan.

"Seperti KEK Mandalika sudah hampir 90% tahap pengembangannya," kata Hiramsyah di Yogyakarta, Selasa (28/8).

Oleh karena itu, diharapkan destinasi tersebut bisa secepatnya memberikan kontribusi terhadap peningkatan penerimaan devisa dari sektor pariwisata. Sebab, agar devisa dari sektor pariwisata jadi sumber utama devisa Indonesia, pemerintah melihat Thailand sebagai acuan.

“Kami belajar dari Thailand. Mereka tidak CAD karena pariwisata menjadi sumber devisa utama. Kami ingin seperti itu sehingga devisa di Indonesia stabil. Tidak mudah keluar dibandingkan sumber lain seperti pasar modal,” ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×