kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.819.000   -17.000   -0,93%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Pariwisata laut didorong jadi sumber utama pemasukan nasional


Selasa, 28 Agustus 2018 / 18:57 WIB
Pariwisata laut didorong jadi sumber utama pemasukan nasional
ILUSTRASI. Wisatawan mancanegara di Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika


Reporter: Ghina Ghaliya Quddus | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - YOGYAKARTA. Untuk menggenjot penerimaan devisa pariwisata, pemerintah memproyeksi pariwisata laut akan menjadi sumber utama pemasukan nasional.

Sebab, mayoritas dari 10 destinasi wisata baru di luar Bali merupakan destinasi wisata laut. Di antaranya, Danau Toba (Sumut), Belitung (Babel), Tanjung Lesung (Banten), Kepulauan Seribu (DKI Jakarta), Mandalika Lombok (NTB), dan Taman Nasional Wakatobi (Sulawesi Tenggara), dan Morotai (Maluku Utara).

Adapun, pemerintah telah menetapkan empat destinasi wisata sebagai program super prioritas pariwisata Indonesia yang di dalamnya juga mayoritas pariwisata laut. Empat destinasi itu yakni, Danau Toba, Borobudur, Mandalika, dan Labuan Bajo.

Ketua Tim Percepatan Pembangunan Destinasi Pariwisata Prioritas Kementerian Pariwisata Hiramsyah S Thaib mengatakan, prioritas pemerintah ini ditentukan berdasarkan kesiapan destinasi tersebut, biaya yang murah, dan kemudahannya sehingga cepat dikembangkan.

"Seperti KEK Mandalika sudah hampir 90% tahap pengembangannya," kata Hiramsyah di Yogyakarta, Selasa (28/8).

Oleh karena itu, diharapkan destinasi tersebut bisa secepatnya memberikan kontribusi terhadap peningkatan penerimaan devisa dari sektor pariwisata. Sebab, agar devisa dari sektor pariwisata jadi sumber utama devisa Indonesia, pemerintah melihat Thailand sebagai acuan.

“Kami belajar dari Thailand. Mereka tidak CAD karena pariwisata menjadi sumber devisa utama. Kami ingin seperti itu sehingga devisa di Indonesia stabil. Tidak mudah keluar dibandingkan sumber lain seperti pasar modal,” ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×