kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   7.000   0,25%
  • USD/IDR 17.129   29,00   0,17%
  • IDX 7.455   147,87   2,02%
  • KOMPAS100 1.029   19,22   1,90%
  • LQ45 745   11,30   1,54%
  • ISSI 269   4,86   1,84%
  • IDX30 400   6,61   1,68%
  • IDXHIDIV20 489   8,94   1,86%
  • IDX80 115   1,84   1,62%
  • IDXV30 135   1,89   1,42%
  • IDXQ30 129   2,20   1,73%

Para ekonom sebut virus corona bikin defisit neraca perdagangan menipis


Selasa, 03 Maret 2020 / 21:13 WIB
ILUSTRASI. Aktivitas bongkar muat di Terminal Petikemas Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat (3/1). Kementerian Perdagangan menargetkan ekspor melonjak hingga dua digit pada 2020 mendatang. Nilai ekspor pada triwulan III 2019 hanya sebesar 0,02%. Pertumbuhan tersebut


Reporter: Yusuf Imam Santoso | Editor: Yudho Winarto

Namun, penurunan ekspor tidak akan sedalam impor. Indef memperkirakan pada Februari 2020 masih terjadi defisit neraca dagang meskipun tidak terlalu lebar atau kurang dari US$ 1 miliar.

“Dampak corona bisa berlangsung cukup lama, karena penyebarannya yang lebih luas dari sars tahun 2003. Estimasi recovery ke ekonomi sembilan-dua belas bulan,” kata Bhima kepada Kontan.co.id, Selasa (3/2).

Baca Juga: Strategi Sogo Indonesia bidik kenaikan pendapatan 10% di tengah wabah virus corona

Bhima bilang, dari sisi moneter Bank Indonesia sekiranya perlu turunkan suku bunga acuan sebesar 50 basis poits lagi atau menjadi 4,25% dari posisi saat ini di level 4,75%. Ini membuat biaya pinjaman lebih murah bagi pelaku usaha khususnya yang berorientasi ekspor.

Sementara itu, solusi lain yang bisa dilakukan adalah segera menurunkan harga gas industri itu sangat menolong biaya produksi manufaktur. Kemudian pemerintah bisa tambah lagi diskon tarif listrik untuk sektor padat karya seperti tekstil pakaian jadi di jam sibuk yakni jam 08.00-17.00.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×