kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

PAN Tolak Rumah Aspirasi


Rabu, 04 Agustus 2010 / 16:20 WIB
PAN Tolak Rumah Aspirasi


Reporter: Martina Prianti | Editor: Edy Can

JAKARTA. Kontroversi soal anggaran rumah aspirasi akhirnya membuat Partai Amanat Nasional (PAN) bicara. PAN menolak ide rumah aspirasi itu.

Ketua Umum PAN yang juga Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan partanya akan menggunakan sekretariat partai sebagai rumah aspirasi. “Untuk PAN, saya instruksikan seluruh kantor PAN bisa digunakan untuk rumah aspirasi tanpa perlu membayar apapun, fasilitas partai gunakan saja untuk tempat rakyat mengadu dan menyampaikan,” ucap Hatta, Rabu (4/8).

Dengan demikian, Hatta melanjutkan tidak diperlukan anggaran khusus untuk mendirikan rumah aspirasi. “Partai politik punya kantor di daerah-daerah, inikan bisa digunakan tidak perlu pakai uang,” imbuhnya.

Hatta mengatakan sejauh ini Dewan Perwakilan Rakyat belum pernah menyampaikan usulan pendirian rumah aspirasi itu kepada pemerintah. Sebagaimana diketahui, Badan Urusan Rumah Tangga DPR mengusulkan alokasi anggaran sebesar Rp 200 juta per anggota DPR untuk membangun rumah aspirasi. Dengan demikian, jika ada 560 orang anggota DPR, maka mau tidak mau harus dialokasikan anggaran Rp 112 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×