kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   50.000   1,72%
  • USD/IDR 16.853   10,00   0,06%
  • IDX 8.212   -53,08   -0,64%
  • KOMPAS100 1.158   -9,98   -0,85%
  • LQ45 830   -9,73   -1,16%
  • ISSI 295   -1,25   -0,42%
  • IDX30 432   -3,95   -0,91%
  • IDXHIDIV20 516   -4,82   -0,92%
  • IDX80 129   -1,21   -0,93%
  • IDXV30 142   -0,67   -0,47%
  • IDXQ30 139   -1,75   -1,24%

Padat karya tunai sedot Rp 3,86 T untuk pemulihan ekonomi Indonesia, ini rinciannya


Senin, 15 Juni 2020 / 08:09 WIB
Padat karya tunai sedot Rp 3,86 T untuk pemulihan ekonomi Indonesia, ini rinciannya
ILUSTRASI. Sejumlah pekerja memasang bantalan rel baru di jalur perlintasan kereta api di kawasan Awipari, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Senin (8/6/2020). Satuan Kerja (Satker) Balai Teknik Perkeretaapian Wilayah Jawa Bagian Barat melaksanakan peningkatan jalur kere


Reporter: Rahma Anjaeni | Editor: Adi Wikanto

KONTAN.CO.ID - Jakarta. Pemerintah mulai menjalankan program pemulihan ekonomi Indonesia pasca terhenti akibat pandemi virus corona / COVID-19. Salah satu strategi pemulihan ekonomi Indonesia adalah dengan program padat karya.

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengalokasikan anggaran sebesar Rp 18,55 triliun untuk program padat karya di 4 Kementerian/Lembaga (K/L) dalam rangka program pemulihan ekonomi nasional (PEN).

Keempat K/L yang mendapat alokasi anggaran untuk program padat karya tunai ini adalah Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), serta Kementerian Pertanian (Kementan).

Baca juga: Ini daftar layanan pembuatan SIM di mall Jakarta

"Berdasarkan realisasi pertanggal 10 Juni 2020, Pemerintah telah mencairkan dana untuk belanja program padat karya tunai sebesar Rp 3,86 triliun," ujar Direktur Jenderal Perbendaharaan Kemenkeu Andin Hadiyanto kepada Kontan.co.id, Minggu (14/6).

Secara rinci, anggaran dana program padat karya tunai untuk sektor pertanian telah terealisasi sebesar Rp 465,28 miliar dari alokasi awal sebesar Rp 1,25 triliun.

Dana pemulihan ekonomi Indonesia ini untuk kegiatan berupa pengelolaan air irigasi pertanian, optimasi lahan dan konservasi, padat karya pilot percontohan, Unit Pengolah Pupuk Organik (UPPO), Sekolah Lapang Petani, serta perlindungan tanaman pangan.

Kemudian, anggaran dana pemulihan ekonomi Indonesia di program padat karya tunai untuk sektor perhubungan telah terealisasi sebesar Rp 2,53 triliun dari alokasi awal sebesar Rp 6,08 triliun. Anggaran pemulihan ekonomi Indonesia ini untuk berbagai kegiatan yang bersifat pekerjaan konstruksi dan diserahkan kepada kontraktor agar dilakukan secara padat karya.

Baca juga: Jangan hanya gunakan rapid test untuk tentukan infeksi virus corona

Adapun untuk realisasi anggaran pemulihan ekonomi Indonesia di program padat karya tunai untuk sektor Kelautan dan Perikanan adalah senilai Rp 0,52 miliar, dari alokasi awal sebesar Rp 15,73 miliar. Dana pemulihan ekonomi Indonesia ini untuk kegiatan berupa pengelolaan irigasi tambak atau kolam, penanaman mangrove, mina padi, dan integrasi lahan penggaraman.

Terakhir, pemerintah telah menyalurkan anggaran dana pemulihan ekonomi Indonesia di program padat karya tunai untuk sektor PUPR senilai Rp 865,69 miliar, dari alokasi awal senilai Rp 11,21 triliun yang akan digunakan untuk berbagai kegiatan yang berbasis peran serta masyarakat.

Misalnya seperti operasi dan pemeliharaan irigasi, pemeliharaan rutin jalan dan jembatan, pamsimas atau SPAM perdesaan padat karya, sanimas atau sanitasi perdesaan padat karya, tempat pengolahan sampah (TPS) reduce reuse recycle, pengembangan infrastruktur sosial ekonomi wilayah, kota tanpa kumuh, serta peningkatan kualitas dan pembangunan baru rumah swadaya.

Baca juga: Harga mobil bekas Nissan X-Trail di Jakarta mulai dari Rp 70 juta

Program padat karya ini diadakan oleh Pemerintah untuk memberikan penghasilan sementara bagi pekerja harian yang kehilangan pendapatan, akibat adanya kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di tengah pandemi Corona (Covid-19).

Selain itu, program padat karya ini juga bertujuan untuk menjaga daya beli masyarakat dan membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat di pedesaan. Adapun prioritas utama dari program padat karya ini diberikan kepada keluarga miskin.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! [Intensive Workshop] Excel for Business Reporting

[X]
×