Reporter: Barratut Taqiyyah Rafie | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
Sementara itu, klaster sinergitas mencakup pendalaman pasar secara terintegrasi melalui kolaborasi OJK dengan Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, dan pemangku kepentingan lainnya. Sinergi ini diharapkan memperkuat peran pasar modal sebagai sumber pembiayaan jangka panjang yang berkelanjutan.
Pejabat Sementara Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, menegaskan bahwa kepercayaan investor merupakan fondasi utama penguatan pasar modal Indonesia.
“OJK akan terus hadir dan bertindak nyata untuk menjaga kepercayaan publik serta melindungi investor, agar pasar modal Indonesia tumbuh sehat, berintegritas, berdaya saing, dan berkelanjutan,” ujar Hasan.
Di sisi lain, Pelaksana Tugas Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, menyatakan kesiapan Bursa Efek untuk meningkatkan transparansi dan disclosure guna mendukung percepatan reformasi yang diharapkan oleh MSCI.
Tonton: PPATK Ungkap Ekspor Emas Ilegal ke Singapura dan AS Capai Rp 155 Triliun
Chief Executive Officer Danantara, Rosan Roeslani, juga menekankan bahwa pertumbuhan pasar modal Indonesia ke depan tidak hanya diukur dari kapitalisasi pasar, tetapi juga dari kualitas, transparansi, dan akuntabilitas bursa sebagai pilar fundamental kepercayaan investor.
Selanjutnya: Serapan APBN Awal 2026 Masih Seret
Menarik Dibaca: Cek Jadwal KRL Jogja-Solo Hari Ini 2-6 Februari 2026, Perhatikan Jamnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













