kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 18.087   -43,00   -0,24%
  • IDX 5.924   11,92   0,20%
  • KOMPAS100 771   1,79   0,23%
  • LQ45 589   1,88   0,32%
  • ISSI 204   0,51   0,25%
  • IDX30 334   0,92   0,28%
  • IDXHIDIV20 413   1,96   0,48%
  • IDX80 88   0,34   0,39%
  • IDXV30 112   1,14   1,02%
  • IDXQ30 107   0,13   0,12%

OECD kembali pangkas proyeksi perekonomian Indonesia pada 2021


Selasa, 14 Desember 2021 / 10:05 WIB
ILUSTRASI. Pekerja membongkar muat peti kemas di IPC Terminal Peti Kemas Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (26/10/2021). OECD kembali pangkas proyeksi perekonomian Indonesia pada 2021.


Reporter: Bidara Pink | Editor: Noverius Laoli

Konsumsi rumah tangga diperkirakan bisa tumbuh 1,6% yoy, setelah pada tahun 2020 tumbuh negatif 2,63% yoy. Kemudian konsumsi pemerintah diperkirakan tumbuh 4,2% yoy, setelah pada tahun lalu tumbuh 1,9% yoy. 

Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) atau investasi diperkirakan tumbuh 3,4% yoy, setelah pada tahun lalu tumbuh negatif 4,9% yoy. 

Baca Juga: Ekonom sepakat strategi pembiayaan utang pemerintah di 2022 sudah tepat

Sedangkan ekspor diperkirakan meroket 21,7% yoy dan impor tumbuh 19,1% yoy, setelah pada tahun 2020 masing-masing terkontraksi 7,7% yoy dan 14,7% yoy. 

Ke depan, OECD memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa meroket di tahun 2022 dan di tahun 2023, yaitu di atas 5% yoy. Lebih tepatnya pada tahun 2022 diperkirakan tumbuh di kisaran 5,2% yoy dan di tahun 2023 tumbuh 5,1% yoy. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×