kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.790.000   -15.000   -0,53%
  • USD/IDR 16.925   -32,00   -0,19%
  • IDX 9.067   57,15   0,63%
  • KOMPAS100 1.251   13,24   1,07%
  • LQ45 883   11,59   1,33%
  • ISSI 333   3,66   1,11%
  • IDX30 450   4,80   1,08%
  • IDXHIDIV20 530   8,25   1,58%
  • IDX80 139   1,60   1,16%
  • IDXV30 147   2,72   1,88%
  • IDXQ30 144   2,00   1,40%

Nilai Rupiah Tembus Rp 17.000: Ini Risiko Terbesar Ekonomi Anda!


Kamis, 22 Januari 2026 / 10:01 WIB
Nilai Rupiah Tembus Rp 17.000: Ini Risiko Terbesar Ekonomi Anda!
ILUSTRASI. Nilai Rupiah Tembus Rp 17.000: Ini Risiko Terbesar Ekonomi Anda!


Sumber: Kompas.com | Editor: Adi Wikanto

KONTAN.CO.ID - Jakarta. Nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) kembali melemah hari ini, Kamis 22 Januari 2025 hingga menembus Rp 17.000. Ekonom membeberkan risiko inflasi impor, PHK, hingga membengkaknya utang pemerintah akibat pelemahan rupiah yang melewati Rp 17.000 per dollar AS.

Nilai tukar rupiah kembali mencetak rekor pelemahan. Pada Kamis 22/1/2026, dollar AS diperdagangkan dengan kurs jual Rp17.047,81 dan kurs beli Rp16.878,19 per 1 USD, menurut kurs transaksi di website Bi.go.id.

Sementara itu, nilai tukar rupiah di pasar spot dibuka menguat pada awal perdagangan hari ini, Kamis (22/1/2026) di level Rp 16.929 per dolar AS.

Ini membuat rupiah menguat 0,04% dibanding penutupan hari sebelumnya yang berada di level Rp 16.936 per dolar AS. 

Baca Juga: Target Pajak Barang Mewah Turun di 2026, Orang Kaya Tahan Belanja?

Risiko Inflasi Impor Mengintai

Ekonom sekaligus Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira, menilai pelemahan rupiah yang berlanjut hingga di atas Rp 17.000 per dollar AS berpotensi memicu imported inflation.

“Jika rupiah tembus Rp 17.000 per dollar, inflasi impor tidak terhindarkan. Harga barang impor naik, dan itu akan langsung dirasakan masyarakat,” ujar Bhima, Rabu (21/1/2026).

Imported inflation terjadi ketika harga barang dan jasa impor meningkat akibat depresiasi nilai tukar mata uang domestik. Dampaknya, harga bahan pangan impor melonjak, inflasi naik, dan daya beli masyarakat tergerus.

Tonton: Harga Emas Antam Terkoreksi Hari Ini (22 Januari 2026)

Daya Beli Turun, Cicilan Naik

Bhima menambahkan, melemahnya rupiah akan berdampak luas ke sektor konsumsi. Harga kendaraan bermotor dan properti berpotensi naik karena masih bergantung pada komponen impor.

“Cicilan motor dan KPR ikut naik. Masyarakat akan semakin terbebani,” jelasnya.

Baca Juga: 10 Juta WP Aktif Belum Lapor Pajak, DJP Siap Bertindak!

Dunia Usaha Tertekan hingga Ancaman PHK

Dari sisi dunia usaha, pelemahan rupiah akan memukul sektor yang bergantung pada bahan baku impor. Biaya produksi meningkat, daya saing menurun, dan risiko pemutusan hubungan kerja (PHK) pun membesar.

Tak hanya itu, utang pemerintah yang berasal dari kreditur luar negeri juga semakin mahal.

“Bunga dan cicilan utang bisa memperlebar defisit APBN,” kata Bhima.

Baca Juga: IMF: Ekonomi Indonesia Tetap Tangguh di Tengah Ketidakpastian Global

Faktor Kebijakan dan Sentimen Pasar

Menurut analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, tekanan terhadap rupiah dipicu kekhawatiran defisit anggaran yang berpotensi menembus batas 3 persen serta ekspektasi pemangkasan suku bunga acuan Bank Indonesia.

“Kekhawatiran defisit dan prospek penurunan suku bunga membuat investor bersikap lebih defensif terhadap aset rupiah,” ujarnya, Senin (19/1/2026).

Selain faktor global, isu pencalonan pejabat di Bank Indonesia juga turut mempengaruhi sentimen pasar. Bhima menilai, dinamika pencalonan Deputi Gubernur BI berkontribusi terhadap pelemahan kurs.

Tonton: BAIC BJ30 Hybrid: SUV Kotak Tapi Irit BBM?

Rupiah Sulit Kembali Kuat

Secara historis, Bhima menegaskan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS sangat sulit kembali ke bawah Rp 16.700. Tanpa perbaikan fundamental seperti pengendalian defisit APBN dan peningkatan ekspor, tekanan terhadap rupiah diperkirakan masih berlanjut.

Dengan kondisi global yang belum stabil, rupiah kini berada di titik krusial yang membutuhkan respons kebijakan kredibel dan konsisten untuk menjaga kepercayaan pasar.

Sebagian artikel bersumber: https://www.kompas.com/tren/read/2026/01/22/080000565/apa-yang-terjadi-jika-rupiah-melemah-dan-tembus-rp-17.000-ini-kata-ekonom?page=all#page2. 

Harga Emas Antam Terkoreksi Hari Ini (22 Januari 2026)

Selanjutnya: Drakor Medis Ini Bikin Anda Ikut Merasakan Tekanan Ruang Operasi

Menarik Dibaca: Drakor Medis Ini Bikin Anda Ikut Merasakan Tekanan Ruang Operasi

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×