kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   50.000   1,72%
  • USD/IDR 16.853   10,00   0,06%
  • IDX 8.212   -53,08   -0,64%
  • KOMPAS100 1.158   -9,98   -0,85%
  • LQ45 830   -9,73   -1,16%
  • ISSI 295   -1,25   -0,42%
  • IDX30 432   -3,95   -0,91%
  • IDXHIDIV20 516   -4,82   -0,92%
  • IDX80 129   -1,21   -0,93%
  • IDXV30 142   -0,67   -0,47%
  • IDXQ30 139   -1,75   -1,24%

Ngabuburit Sambil Lapor Pajak! Dirjen Pajak Antisipasi Lonjakan di Ramadan


Minggu, 15 Februari 2026 / 14:31 WIB
Ngabuburit Sambil Lapor Pajak! Dirjen Pajak Antisipasi Lonjakan di Ramadan
ILUSTRASI. Suasana Pojok Pajak di Mal Ambassador, Jaksel (KONTAN/Baihaki)


Reporter: Dendi Siswanto | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan (Kemenkeu)  mengantisipasi lonjakan penyampaian Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan selama bulan Ramadan hingga April 2026. 

Peningkatan ini seiring berdekatan­nya periode pelaporan dengan bulan puasa serta tenggat waktu wajib pajak orang pribadi dan badan.

Direktur Jenderal Pajak Bimo Wijayanto mengatakan, periode Ramadan menjadi tantangan tersendiri karena jam layanan yang lebih singkat, sementara jumlah pelaporan meningkat signifikan menjelang batas akhir.

Baca Juga: Bea Cukai Luncurkan Desain Pita Cukai 2026 Bertema Alat Musik Tradisional

"Ini mengingat batas lapor SPT Tahunan Orang Pribadi pada 31 Maret 2026 dan 30 April 2026 untuk SPT Tahunan Badan. Kita paham bulan Ramadan ini mempersingkat waktu pelayanan, tetapi hal itu tidak mengurangi pelayanan prima kepada wajib pajak,” ujar Bimo dalam keterangannya, Minggu (15/2).

Menurut Bimo, DJP telah menyiapkan strategi untuk menjaga kualitas layanan, termasuk optimalisasi asistensi pelaporan SPT melalui program Ngabuburit Spectaxcular 2026. 

Dalam program ini, ratusan Relawan Pajak untuk Negeri (Renjani) diterjunkan untuk membantu wajib pajak melaporkan SPT secara benar dan tuntas.

Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat DJP, Inge Diana Rismawanti, menjelaskan bahwa Ramadan justru dimanfaatkan sebagai momentum pendekatan humanis antara petugas pajak dan masyarakat.

"Sambil beribadah kami mengasistensi wajib pajak. Kita dampingi wajib pajak sampai selesai melakukan pelaporan SPT Tahunan Pajak 2025 memanfaatkan Coretax DJP. Kami juga sangat terbantu dengan adanya Renjani yang membantu kami. Nanti, kita (petugas pajak dan Renjani) siap memberikan asistensi dan edukasi sambil ngabuburit menanti buka puasa," kata Inge.

Tahun ini menjadi pengalaman pertama pelaporan SPT Tahunan secara penuh menggunakan sistem Coretax DJP. Karena itu, pendampingan intensif dinilai krusial untuk memastikan kelancaran pelaporan, terutama bagi wajib pajak yang masih beradaptasi dengan sistem baru.

Selanjutnya: HP Android Bebas Iklan 2026: Rasakan Nyaman Tanpa Gangguan!

Menarik Dibaca: HP Android Bebas Iklan 2026: Rasakan Nyaman Tanpa Gangguan!

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×