kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.837.000   27.000   0,96%
  • USD/IDR 16.991   62,00   0,37%
  • IDX 7.097   -67,03   -0,94%
  • KOMPAS100 977   -12,33   -1,25%
  • LQ45 719   -12,76   -1,74%
  • ISSI 250   -1,82   -0,73%
  • IDX30 391   -7,50   -1,88%
  • IDXHIDIV20 489   -9,60   -1,93%
  • IDX80 110   -1,54   -1,38%
  • IDXV30 134   -2,11   -1,54%
  • IDXQ30 128   -2,18   -1,68%

Neraca Perdagangan September 2018 diproyeksikan defisit US$ 600 juta


Minggu, 14 Oktober 2018 / 16:41 WIB
Neraca Perdagangan September 2018 diproyeksikan defisit US$ 600 juta
ILUSTRASI. Pengendalian Impor


Reporter: Benedicta Prima | Editor: Sanny Cicilia

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. David Sumual, Ekonom Bank Central Asia (BCA) memprediksi neraca perdagangan pada September 2018 ini defisit US$ 600 juta. Penyebabnya, impor bahan bakar minyak (BBM) yang masih tinggi.

"Impor masih cukup tinggi terutama bahan baku, termasuk BBM," ungkap David kepada Kontan.co.id, Minggu (14/10).

Proyeksi tersebut lebih tipis dibandingkan kondisi neraca perdagangan pada Agustus 2018 yang defisit sebesar US$ 1,02 miliar. Penyebab defisit pada Agustus lalu karena nilai ekspor yang menurun sebanyak 2,9% dari bulan sebelumnya atau senilai US$ 15,82 miliar.

Penurunan ekspor terjadi pada sektor migas yang turun 3,27% month-on-month (MoM) dari US$ 1,43 miliar menjadi US$ 1,38 miliar. Penurunan terutama disebabkan penurunan ekspor gas.

Sedangkan pada ekspor non migas terjadi penurunan 2,86% dari US$ 14,86 miliar menjadi US$ 14,43 miliar. Penurunan non-migas terbesar terjadi padi sektor pertambanhan dan lainnya turun 13,58% menjadi US$ 2,35 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×