kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.602.000   25.000   0,97%
  • USD/IDR 16.846   28,00   0,17%
  • IDX 8.937   11,28   0,13%
  • KOMPAS100 1.229   2,00   0,16%
  • LQ45 868   0,40   0,05%
  • ISSI 324   0,94   0,29%
  • IDX30 440   -0,98   -0,22%
  • IDXHIDIV20 517   -1,78   -0,34%
  • IDX80 137   0,24   0,18%
  • IDXV30 144   -0,01   0,00%
  • IDXQ30 140   -0,81   -0,58%

Kenaikan harga minyak akan jadi pemicu defisit September


Minggu, 14 Oktober 2018 / 13:10 WIB
Kenaikan harga minyak akan jadi pemicu defisit September
ILUSTRASI. PELABUHAN TANJUNG EMAS SEMARANG


Reporter: Benedicta Prima | Editor: Sanny Cicilia

KONTAN.CO.ID - Pekan depan, pemerintah akan mengumumkan data ekspor-impor untuk periode September 2018. Ekonom dari CORE, Pieter Abdullah memperkirakan, neraca perdagangan September membaik, meski masih tetap defisit.

Prediksi Pieter, neraca dagang Indonesia defisit US$ 100 juta - US$ 500 juta. Sekadar perbandingan, pada Agustus 2018, defisit perdagangan sebesar US$ 1,02 miliar.

"Neraca perdagangan September akan membaik walaupun tidak surplus besar. Setidaknya defisit akan menipis," jelas Pieter kepada Kontan.co.id, Sabtu (13/10).

Sumber defisit diperkirakan dari impor bahan bakar minyak (BBM). Harga minyak jenis Brent pada akhir pekan ini di level US$ 80,74 per barel.

Meskipun impor yang cenderung tinggi, PPieter menjelaskan kondisi tersebut diimbangi ekspor yang juga tinggi diiringi harga komoditas yang terus naik.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Mastering Management and Strategic Leadership (MiniMBA 2026) Global Finance 2026

[X]
×