Close | x
kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |

Indef: Neraca perdagangan akan terus defisit hingga akhir tahun

Minggu, 14 Oktober 2018 / 12:31 WIB

Indef: Neraca perdagangan akan terus defisit hingga akhir tahun
ILUSTRASI. PELABUHAN TANJUNG EMAS SEMARANG


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tren defisit neraca perdagangan diprediksi akan terus terjadi hingga akhir tahun. Pada bulan September 2018 pun, Bhima Yudhistira, ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef), memprediksi defisit sebesar US$ 1 miliar sampai US$ 1,5 miliar.

Ekspor akan mengalami defisit 0,97% month-on-month (MoM), sedangkan terhadap tahun sebelumnya tumbuh 5,1% year-on-year (YoY).


"Kinerja ekspor tumbuh tapi melambat karena imbas proteksi dagang terutama dari India yang menaikkan bea masuk produk CPO asal Indonesia," ungkap Bhima kepada Kontan.co.id, Sabtu (13/11).

Pemulihan permintaan barang mentah untuk industri di negara seperti China dan Eropa masih dirasa lambat seiring data produksi manufaktur di negara tersebut rendah.

Pada sisi impor akan mengalami defisit 1,96% MoM, dan pertumbuhan terhadap tahun sebelumnya sebesar 29,5% YoY.

Dari sisi impor, defisit perdagangan disebabkan oleh naiknya nilai impor bahan bakar minyak (BBM). "Kondisi tersebut berkaitan dengan pelemahan kurs rupiah dan naiknya harga minyak acuan brent pada bulan September sebesar 9%," jelasnya.

Impor barang non migas khususnya kategori barang konsumsi masih tumbuh. Dampak PPh Pasal 22 ada, namun masih membutuhkan waktu dari sisi importir untuk melakukan penyesuaian.

Di sisi yang lain bahan baku dan barang modal untuk keperluan infrastruktur masih mendorong terjadinya impor. Sebagai catatan, barang impor tertinggi didominasi untk kebutuhan infrastruktur yakni mesin, peralatan listrik dan besi baja. "Tanpa adanya rem proyek infrastruktur yang tengah berjalan, imbas ke defisit non migas nya terus terjadi," jelasnya.

Bhima juga memprediksi total defisit perdagangan 2018 adalah US$ 9,5 miliar. Tren defisit berlanjut seiring naiknya permintaan domestik terhadap barang-barang impor jelang Natal dan tahun baru.

Faktor musiman lain adalah permintaan barang impor untuk bahan baku dan penolong industri juga naik. Industri mengejar target untuk produksi awal tahun 2019 dan menghindari pelemahan kurs lebih dalam sehingga impor November dan Desember berpotensi naik tinggi.


Reporter: Benedicta Prima
Editor: Wahyu Rahmawati
Video Pilihan

TERBARU
Hasil Pemilu 2019
Rumah Pemilu
Rumah Pemilu
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2019 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0006 || diagnostic_api_kanan = 0.1964 || diagnostic_web = 0.8801

Close [X]
×