kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.768.000   18.000   0,65%
  • USD/IDR 17.758   14,00   0,08%
  • IDX 6.502   -24,02   -0,37%
  • KOMPAS100 848   -1,25   -0,15%
  • LQ45 642   -2,64   -0,41%
  • ISSI 228   -0,01   0,00%
  • IDX30 359   -1,39   -0,39%
  • IDXHIDIV20 437   -0,21   -0,05%
  • IDX80 97   -0,26   -0,27%
  • IDXV30 121   0,35   0,29%
  • IDXQ30 114   -0,45   -0,40%

Neraca dagang kuartal I defisit US$ 193 juta, BPS prediksi tahun ini bisa surplus


Senin, 15 April 2019 / 18:26 WIB


Reporter: Benedicta Prima | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca dagang kuartal I-2019 mengalami defisit US$ 193 juta. Defisit ini lebih besar dibandingkan kuartal I-2018 yang mencatat surplus US$ 314,4 juta. Kendati demikian, BPS memprediksi dalam sisa waktu tahun ini, neraca dagang Indonesia bakal tercatat surplus.

Defisit ini disebabkan oleh penurunan ekspor pada kuartal I-2019 mencapai 8,50% bila dibandingkan kuartal I-2018. Ekspor sepanjang kuartal I-2019 tercatat US$ 40,52 miliar, turun dari US$ 44,27.

Sementara itu impor mengalami penurunan sebesar 7,39% jika dibandingkan kuartal I-2018. Nilai impor kuartal I-2019 tercatat US$ 40,70 miliar, turun dibanding kuartal I-2018 yang tercatat US$ 43,95 miliar.

Kendati demikian Kepala BPS Suhariyanto mengatakan,  ke depan neraca dagang bisa terus mencatatkan surplus. "Januari-Maret 2019 defisitnya hanya US$ 193 juta. Pemerintah sudah membuat berbagai kebijakan untuk memacu ekspor dan mengendalikan impor," jelas Suhariyanto saat konferensi pers di kantornya, Senin (15/4).

Suhariyanto juga menjelaskan impor akan tertahan seiring dengan upaya pemerintah menahan barang untuk pembangunan infrastruktur. Meskipun demikian, dia menjelaskan tahun ini tetap harus hati-hati karena ada prediksi pertumbuhan ekonomi global serta harga komoditas yang fluktuatif.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×