kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.735   -124,36   -1,81%
  • KOMPAS100 896   -19,90   -2,17%
  • LQ45 659   -11,15   -1,66%
  • ISSI 244   -4,20   -1,70%
  • IDX30 372   -4,71   -1,25%
  • IDXHIDIV20 456   -5,92   -1,28%
  • IDX80 102   -1,89   -1,82%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,19   -0,99%

Neraca dagang kuartal I defisit US$ 193 juta, BPS prediksi tahun ini bisa surplus


Senin, 15 April 2019 / 18:26 WIB


Reporter: Benedicta Prima | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca dagang kuartal I-2019 mengalami defisit US$ 193 juta. Defisit ini lebih besar dibandingkan kuartal I-2018 yang mencatat surplus US$ 314,4 juta. Kendati demikian, BPS memprediksi dalam sisa waktu tahun ini, neraca dagang Indonesia bakal tercatat surplus.

Defisit ini disebabkan oleh penurunan ekspor pada kuartal I-2019 mencapai 8,50% bila dibandingkan kuartal I-2018. Ekspor sepanjang kuartal I-2019 tercatat US$ 40,52 miliar, turun dari US$ 44,27.

Sementara itu impor mengalami penurunan sebesar 7,39% jika dibandingkan kuartal I-2018. Nilai impor kuartal I-2019 tercatat US$ 40,70 miliar, turun dibanding kuartal I-2018 yang tercatat US$ 43,95 miliar.

Kendati demikian Kepala BPS Suhariyanto mengatakan,  ke depan neraca dagang bisa terus mencatatkan surplus. "Januari-Maret 2019 defisitnya hanya US$ 193 juta. Pemerintah sudah membuat berbagai kebijakan untuk memacu ekspor dan mengendalikan impor," jelas Suhariyanto saat konferensi pers di kantornya, Senin (15/4).

Suhariyanto juga menjelaskan impor akan tertahan seiring dengan upaya pemerintah menahan barang untuk pembangunan infrastruktur. Meskipun demikian, dia menjelaskan tahun ini tetap harus hati-hati karena ada prediksi pertumbuhan ekonomi global serta harga komoditas yang fluktuatif.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×