kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.859.000   40.000   1,42%
  • USD/IDR 17.535   104,00   0,60%
  • IDX 6.859   -46,72   -0,68%
  • KOMPAS100 916   0,38   0,04%
  • LQ45 670   1,21   0,18%
  • ISSI 248   -2,34   -0,93%
  • IDX30 377   0,90   0,24%
  • IDXHIDIV20 461   -0,72   -0,16%
  • IDX80 104   0,22   0,22%
  • IDXV30 132   0,58   0,44%
  • IDXQ30 120   -0,91   -0,75%

Nasib perpanjangan PPKM Darurat, Luhut: Saya kira 2-3 hari akan diumumkan resmi


Sabtu, 17 Juli 2021 / 19:49 WIB
ILUSTRASI. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan.


Reporter: Vendy Yhulia Susanto | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, pemerintah tidak bisa menyelesaikan pandemi Covid-19 terutama menghadapi varian delta.

Menurutnya, upaya menambah tempat tidur rumah sakit, dokter dan perawat merupakan upaya sementara.

“Meskipun kami terus bekerja keras menambah fasilitas rumah sakit itu, hal ini hanya solusi sementara. Solusi permanen adalah menjalankan protokol kesehatan yang ketat dan mempercepat program vaksinasi,” ujar Luhut dalam konferensi pers, Sabtu (17/7).

Luhut mengatakan, saat ini tengah dilakukan evaluasi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat. Dalam waktu dekat, pemerintah akan menginformasikan kepada masyarakat terkait kebijakan PPKM Darurat.

“Saat ini kami sedang melakukan evaluasi terhadap apakah PPKM dibutuhkan perpanjangan lebih lanjut, kami akan laporkan kepada bapak presiden dan saya kira dalam 2-3 hari ke depan kita juga akan mengumumkan secara resmi,” kata Luhut.

Baca Juga: Pemerintah tambah anggaran untuk penanganan Covid-19 sebesar Rp 33,21 triliun

Lebih lanjut Luhut mengatakan, pemerintah akan menambah anggaran untuk bantuan sosial (bansos) senilai Rp 39,19 triliun. Hal ini ditujukan bagi masyarakat terdampak PPKM Darurat.

“Selain penambahan anggaran untuk bantuan sosial di atas, pemerintah juga meningkatkan alokasi anggaran untuk kesehatan sebesar Rp 33,21 triliun,” ucap Luhut.

Anggaran tersebut antara lain untuk biaya perawatan paisen Covid-19 di rumah sakit, penambahan insentif tenaga kesehatan, dan tenaga vaksinasi.

Lalu, pembangunan rumah sakit lapangan dan pembelian oksigen. “Serta pembagian 2 juta obat gratis yang sudah dimulai oleh presiden kemarin, isolasi mandiri bagi OTG dan gejala ringan,” ujar Luhut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×