kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.922.000   20.000   0,69%
  • USD/IDR 17.021   8,00   0,05%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

Naik 10,5 poin, PMI Manufaktur Indonesia ada di level 39,1 pada Juni 2020


Kamis, 02 Juli 2020 / 10:56 WIB
ILUSTRASI. Pekerja perempuan memproduksi alat pelindung diri sebuah perusahaan garmen saat kunjungan Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah di Jakarta, Rabu (1/7/2020). Kunjungan Menaker tersebut guna memastikan pekerja perempuan pada sektor industri tidak mendapatkan


Reporter: Bidara Pink | Editor: Tendi Mahadi

Dengan berkurangnya output, aktivitas pembelian perusahaan juga berkurang drastis, walau tidak separah dalam dua bulan sebelumnya. Perusahaan cenderung memanfaatkan investasi yang ada sebisa mungkin agar tidak menambah timbunan stok yang sudah tinggi akibat tidak terjual karena lemahnya permintaan. 

Demikian juga dengan rantai pasokan masih berada di bawah tekanan pada bulan Juni 2020.

Baca Juga: Asia Pacific Fibers (POLY) nyatakan sanggup pasok bahan baku APD Ina United

Langkah pembatasan aktivitas yang ditetapkan oleh pemerintah mengganggu transportasi sehingga layanan distribusi menjadi terhambat. 

Tantangan lain pada bulan Juni 2020 adalah, perusahaan masih menghadapi kenaikan harga input akibat harga bahan baku yang tinggi serta nilai tukar yang lebih lemah. Hal ini yang membuat harga beberapa barang hasil industri pengolahan menjadi lebih mahal. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×