kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   14.000   0,48%
  • USD/IDR 16.830   2,00   0,01%
  • IDX 8.132   99,86   1,24%
  • KOMPAS100 1.146   13,97   1,23%
  • LQ45 829   8,49   1,03%
  • ISSI 288   4,60   1,62%
  • IDX30 431   4,26   1,00%
  • IDXHIDIV20 519   5,74   1,12%
  • IDX80 128   1,62   1,28%
  • IDXV30 141   1,99   1,43%
  • IDXQ30 140   1,49   1,07%

Muhammadiyah: Uang Hasil Pengelolaan Tambang Digunakan untuk Kepentingan Umat


Jumat, 26 Juli 2024 / 22:05 WIB
Muhammadiyah: Uang Hasil Pengelolaan Tambang Digunakan untuk Kepentingan Umat
Ketua Majelis Lingkungan Hidup PP Muhammadiyah, Azrul Tanjung.


Reporter: Sabrina Rhamadanty | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ketua Majelis Lingkungan Hidup PP Muhammadiyah Azrul Tanjung mengatakan jika Muhammadiyah menerima untuk mengelola tambang eks Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B), uang dari hasil pertambangan itu akan digunakan untuk kepentingan umat. 

"Kalau Muhammadiyah ini duitnya untuk umat. Kita akan membuat sekolah lagi, membuat kampus lagi," ungkap Azrul saat ditemui Kontan di kawasan Jakarta Pusat, Jumat (26/07).

Muhammadiyah tambah dia, saat ini punya 183 perguruan tinggi, belum lagi ditambah dengan sekolah dan rumah sakit. 

"183 Perguruan Tinggi dan tidak kurang dari 10.000 sekolah Muhammadiyah, itu akan kita support," tambahnya. 

Kemudian saat disinggung soal reklamasi kawasan tambang jika nantinya Muhammadiyah menerima, Azrul mengatakan pihaknya akan menggunakan dana reklamasi yang berasal dari perusahaan tambang sebelumnya. 

"Ini (reklamasi) sudah ada aturan. Perusahaan tambang, sebagai catatan, sebelum dia dapat IUP, dia sudah harus menyetor uang ke negara. Termasuk uang reklamasi, jadi Muhammadiyah akan kejar dana reklamasi itu," tambah Azrul. 

Ia menambahkan dana reklamasi juga nilainya akan sangat besar karena jumlah tambang di Indonesia juga bayak. 

"Kan banyak nih, lubang-lubang (tambang) kan. Duitnya itu harus dikembalikan ke daerah itu. Harus dikembalikan. Bangka Belitung, Kalimantan, harus kembalikan ke sana. Sehingga bisa pulih seperti sediakala lagi," tutupnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×