kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.880.000   90.000   3,23%
  • USD/IDR 16.850   -59,00   -0,35%
  • IDX 8.951   -41,17   -0,46%
  • KOMPAS100 1.235   -4,75   -0,38%
  • LQ45 874   -1,52   -0,17%
  • ISSI 329   -0,59   -0,18%
  • IDX30 449   0,67   0,15%
  • IDXHIDIV20 532   3,66   0,69%
  • IDX80 137   -0,49   -0,35%
  • IDXV30 148   1,36   0,93%
  • IDXQ30 144   0,72   0,50%

Mogok Pedagang Berakhir, Pastikan Harga Sapi Rp 55.000 per Kg hingga Jelang Lebaran


Jumat, 23 Januari 2026 / 11:54 WIB
Mogok Pedagang Berakhir, Pastikan Harga Sapi Rp 55.000 per Kg hingga Jelang Lebaran
ILUSTRASI. Pedagang daging di Jabodetabek kini bisa bernapas lega. Kesepakatan harga sapi potong Rp 55.000 per kg


Reporter: Rilanda Virasma | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Gejolak pasokan dan harga daging sapi yang sempat memicu aksi mogok dagang di sejumlah pasar Jabodetabek mulai mereda. 

Ketua Umum Jaringan Pemotong dan Pedagang Daging Indonesia (Jappdi) Asnawi memastikan para pedagang kembali membuka aktivitas pemotongan dan penjualan daging seperti biasa.

Seruan tersebut diambil setelah adanya kesepakatan dalam pertemuan pada Kamis, 22 Januari 2026 di Kantor Kementerian Pertanian RI.

Pertemuan tersebut dipimpin oleh Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Agung Suganda dan dihadiri oleh Bapanas, Pimpinan Gapuspindo, Pelaku Usaha Importir Ternak Ruminansia Besar Bakalan (Feedloter), Ketua Umum Jappdi, Ketua APDI, Kapoksi Lingkup Direktorat Kesehatan Hewan, Kapoksi Lingkup Direktorat Kesehatan Masyarakat Veteriner, dan Kapoksi Lingkup Direktorat Hilirisasi Hasil Peternakan. 

Baca Juga: Masa Depan Gaza: Ini Peran Indonesia di Dewan Perdamaian Trump

Hasilnya, harga sapi siap potong timbang hidup di feedlot ditetapkan seharga Rp 55.000/kg hingga menjelang Hari Raya Idul Fitri 2026. 

"Seluruh RPH/TPH, pelaku usaha bandar jagal, para pelaku pedagang daging eceran di pasar-pasar Se-Jabodetabek wajib beraktivitas kembali dan tidak ada lagi aksi mogok libur berdagang," kata Asnawi, dikutip Jumat (23/1/2026).

Dengan adanya kepastian harga di hulu, pedagang diharapkan dapat kembali beroperasi tanpa kekhawatiran merugi. Stabilitas biaya bahan baku juga diharapkan menahan potensi lonjakan harga di tingkat konsumen pada periode permintaan tinggi.

Asnawi menambahkan, instruksi tersebut merupakan mandat organisasi yang harus dijalankan oleh seluruh anggota. Menurut dia, aksi mogok yang berlarut-larut justru berisiko merugikan keberlanjutan usaha pedagang dan mengganggu akses masyarakat terhadap daging sapi.

"Kami sebagai pengurus dan ketua umum DPP JAPPDI diamanahkan dan dimandatkan dengan ini diminta teman-teman anggota Japodi sebagai pelaku usaha bandar jagal dan pedagang daging eceran di pasar-pasar Se-Jabodetabek diminta untuk kembali beraktivitas mulai malam hari ini dan seterusnya dan tidak ada lagi aksi mogok tidak berjualan," pungkasnya.

Selanjutnya: IHSG Jatuh 1,28% ke 8.876,9 Sesi I Jumat (23/1), Saham BRPT, AMMN, GOTO Top Losers

Menarik Dibaca: Bukan Cuma Hantu, 7 Film Horor Thailand Ini Punya Plot Twist Tak Terduga

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×