kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Model bisnis baru Organda butuh waktu lama


Sabtu, 09 Desember 2017 / 21:05 WIB
Model bisnis baru Organda butuh waktu lama


Reporter: Klaudia Molasiarani | Editor: Dessy Rosalina

KONTAN.CO.ID - JAKARTA - Langkah pemerintah yang saat ini tengah menyosialisasikan penggunaan angkutan umum direspons positif oleh pelaku industri transportasi darat. Mereka bahkan meminta agar pemerintah mengubah model bisnis angkutan agar tidak mengikuti mekanisme pasar.

Menanggapi hal itu, Direktur Jenderal (Dirjen) Perhubungan Darat bakal melakukan analisis terhadap model bisnis yang diharapkan pelaku usaha.

Budi Setiyadi, Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan mengatakan, untuk mengubah model bisnis angkutan dengan model bisnis yang terpusat pada pemerintah akan membutuhkan waktu.

"Kita harus melihat dulu dari sisi efektivitas, efisiensi, dan kemampuan ekonomi kita," ujar Budi kepada Kontan.co.id, Sabtu (9/12).Menurutnya, kondisi keuangan pemerintah saat ini belum sejalan dengan gagasan yang disampaikan oleh para pelaku industri tersebut.

Seperti diketahui, Organisasi Angkutan Darat (Organda) baru - baru ini menyampaikan bahwa pihaknya mengharapkan perubahan model bisnis angkutan agar tidak mengikuti mekanisme pasar.

Pasalnya, kondisi kendaraan yang semakin padat dan menyebabkan macet akan semakin mendorong pemerintah untuk mengajak masyarakat memanfaatkan transportasi umum. Dengan begitu, mereka mengharapkan intervensi pemerintah dalam model bisnis angkutan darat agar tidak memberatkan masyarakat maupun pelaku usaha.

Budi mengklaim, bentuk - bentuk subsidi untuk transportasi umum sejatinya sudah dilakukan oleh pemerintah, meski belum menyeluruh atau masih terbatas, seperti penyediaan 100 bus sekolah gratis maupun angkutan umum untuk hari raya.

"Kita tentu mengarah ke sana, tetapi tidak secepat itu. Sementara ini menggunakan mekanisme pasar dulu," imbuhnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×