kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.577.000   7.000   0,27%
  • USD/IDR 16.839   21,00   0,12%
  • IDX 8.953   27,73   0,31%
  • KOMPAS100 1.233   5,97   0,49%
  • LQ45 872   4,78   0,55%
  • ISSI 324   0,89   0,27%
  • IDX30 443   2,38   0,54%
  • IDXHIDIV20 522   2,92   0,56%
  • IDX80 137   0,84   0,62%
  • IDXV30 145   0,91   0,63%
  • IDXQ30 142   0,50   0,35%

Miskomunikasi Berpotensi Timbulkan Kerugian Ekonomi, Korporasi Genjot Skill Karyawan


Rabu, 07 Januari 2026 / 12:12 WIB
Miskomunikasi Berpotensi Timbulkan Kerugian Ekonomi, Korporasi Genjot Skill Karyawan
ILUSTRASI. Kantor dan pelayanan PT ASABRI (Persero) di Jakarta (KONTAN/Muradi)


Reporter: Ahmad Febrian | Editor: Ahmad Febrian

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Studi International Data Corporation (IDC) tahun 2025 mencatat, sebanyak 78% perusahaan di kawasan Asia Pasifik masih menghadapi hambatan kerja sama eksternal akibat kendala bahasa. Miskomunikasi di lingkungan kerja diperkirakan menimbulkan kerugian ekonomi hingga US$ 37 miliar per tahun.

Kondisi tersebut mendorong sejumlah organisasi meninjau kembali kesiapan sumber daya manusia (SDM) mereka. Salah satunya Asabri. menempatkan pengembangan kompetensi SDM sebagai bagian peningkatan kapasitas komunikasi global 

Maka, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang mengelola asuransi sosial bagi TNI, Polri dan Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian Pertahanan itu menggandeng penyedia teknologi pembelajaran bahasa Elsa Speak.

Keduanya menggelar  pelaksanaan program pelatihan bahasa Inggris yang menyasar kelompok high potentials (HiPo) dan calon pimpinan. Program ini fokus pada penguatan kemampuan bahasa Inggris profesional dan pembentukan perspektif kerja global.

Baca Juga: Pemerintah Andalkan Strategi Frontloading untuk Pembiayaan Utang 2026

Country Director Elsa Indonesia, Yasser Muhammad Syaiful menjelaskan, pendekatan berbasis teknologi memungkinkan proses pembelajaran yang lebih terukur dan disesuaikan dengan kebutuhan organisasi.

"Kurikulum dirancang agar peserta dapat berlatih secara mandiri. Kendati begitu, tetap memperoleh umpan balik yang terstruktur untuk mendukung peningkatan kompetensi komunikasi dalam konteks kerja," terang Yaser, dalam keterangannya, Rabu (7/1). 

Hasil awal dari tahap uji coba program menunjukkan peningkatan kemampuan peserta. Dalam periode dua bulan, rata-rata skor bahasa Inggris peserta tercatat meningkat sekitar 12%. Dan terjadi pergeseran dari tingkat intermediate ke upper intermediate. Tingkat partisipasi peserta juga relatif tinggi, dengan durasi belajar harian yang melampaui rata-rata praktik industri.

Direktur HR & Legal Asabri, Rizka Moeslichan menilai, penguatan kemampuan bahasa Inggris sebagai bagian dari kebutuhan organisasi ke depan.

"Kompetensi komunikasi yang relevan dengan tuntutan pekerjaan berperan dalam mendukung efektivitas kepemimpinan dan kesiapan menghadapi tanggung jawab yang lebih luas," kata Rizka.

Selanjutnya: Konsumsi Menguat di Akhir Tahun 2025, Didukung Belanja Libur Natal dan Tahun Baru

Menarik Dibaca: Promo Holland Bakery Diskon Spesial 20% untuk Menu Baru

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait



TERBARU
Kontan Academy
Mastering Management and Strategic Leadership (MiniMBA 2026) Global Finance 2026

[X]
×