kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.673.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 17.892   34,00   0,19%
  • IDX 6.101   -15,36   -0,25%
  • KOMPAS100 796   1,04   0,13%
  • LQ45 598   -0,77   -0,13%
  • ISSI 212   -1,29   -0,61%
  • IDX30 338   -0,72   -0,21%
  • IDXHIDIV20 413   -2,81   -0,68%
  • IDX80 90   0,11   0,12%
  • IDXV30 111   -0,72   -0,65%
  • IDXQ30 108   -0,25   -0,23%

Mindo Rosa beberkan sepak terjang Adhi Karya


Senin, 26 Mei 2014 / 15:27 WIB
ILUSTRASI. Presiden terpilih Korea Selatan Yoon Suk-yeol.


Sumber: TribunNews.com | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Mantan Direktur Marketing PT Anak Negeri, Mindo Rosalina Manullang membeberkan sepak terjang PT Adhi Karya (AK) guna mendapatkan proyek Hambalang. Menurutnya, selain mendekati Choel Mallarangeng, PT AK juga melobi kubu Anas Urbaningrum.

"Saat Pak Arief (mantan Manajer Pemasaran PT AK, Arief Taufiqurahman) kayak kucing-kucingan gak mau ketemu, di sana jujur mereka bilang bahwa selain Pak Menteri mereka melobi ke Anas melalui Machfud Suroso. Hal Itu disampaikan langsung oleh Arief," kata Mindo Rosa bersaksi untuk Andi Mallarangeng di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (26/5/2014).

Mindo Rosa menjelaskan, awalnya Nazaruddin menginginkan PT Duta Graha Indah menggandeng PT AK untuk mendapatkan proyek Hambalang. Tapi belakangan, justru Adhi Karya menyerobot proyek tersebut.

"Waktu pas mau prakualifikasi DGI bingung kami dari awal disetting, kok malah gugur. Saya cek, saya coba hubungi PT AK, susah dihubungi saya lapor ke Pak Nazar," ujarnya.

Rosa sendiri mengaku mendapat tugas dari Nazaruddin untuk menemui pimpinan PT AK mempertanyakan gagalnya DGI mendapatkan proyek. Saat itu Arief Taufiqurahman yang ditemui Rosa di Kemenpora menjelaskan perusahaannya sudah melobi Choel.

"Pak Arief didampingi stafnya menjelaskan 'gini mbak, memang siy kita juga melobi, tapi kita sudah masuk lewat nomer 1 di kementerian, lewat adik menteri Pak Choel. Saya bilang ke Nazar mereka sudah lobi lewat Choel, akhirnya marah," kata Rosa.

Karena batal mendapatkan proyek, Nazaruddin, kata Rosa, memintanya untuk menagih Rp 20 miliar yang sudah dikeluarkan. Tapi akhirnya duit yang diminta dikembalikan melalui Sesmenpora Wafid Muharram sebesar Rp 10 miliar. (Edwin Firdaus)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value How to Manage Your Gen Z Salespeople?

[X]
×