kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.540.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.097   17,00   0,09%
  • IDX 5.439   51,35   0,95%
  • KOMPAS100 703   6,01   0,86%
  • LQ45 547   2,49   0,46%
  • ISSI 186   3,05   1,66%
  • IDX30 306   1,13   0,37%
  • IDXHIDIV20 403   3,67   0,92%
  • IDX80 81   0,56   0,70%
  • IDXV30 112   1,52   1,37%
  • IDXQ30 102   0,58   0,58%

Meski neraca dagang surplus, BPS: Waspadai turunnya impor bahan baku dan barang modal


Rabu, 15 April 2020 / 20:02 WIB
ILUSTRASI. Aktivitas bongkar muat di Terminal Petikemas Tanjung Priok, Jakarta Utara.


Reporter: Rahma Anjaeni | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia pada Maret 2020 mengalami surplus sebesar US$ 743,4 juta. Di mana, nilai ekspor pada bulan Maret 2020 sebesar US$ 14,9 miliar atau naik 0,23% secara month-to-month (mom), sedangkan secara year-on-year (yoy) turun sebesar 0,20%.

Sementara itu, selama Maret 2020 nilai impor Indonesia tercatat sebesar US$ 13,35 miliar atau naik 15,60% secara mom, sedangkan secara yoy turun sebesar 0,75%.

"Kalau kita lihat komposisinya, neraca perdagangan yang berasal dari non minyak dan gas (migas) masih mengalami surplus US$ 1,7 miliar. Sementara, neraca perdagangan dari migas mengalami defisit sebesar US$ 932,6 juta," ujar Kepala BPS Suhariyanto dalam telekonferensi daring, Rabu (15/4).

Baca Juga: Impor mesin dan perlengkapan elektrik paling banyak selama bulan Maret

Jika dilihat secara akumulatif selama periode Januari-Maret 2020, neraca perdagangan masih surplus sebesar US$ 2,62 miliar. Kemudian, nilai ekspor pada periode tersebut adalah sebesar US$ 41,79 miliar, sementara nilai impor adalah sebesar US$ 39,17 miliar.

Suhariyanto mengatakan, posisi ini masih jauh lebih baik apabila dibandingkan dengan posisi neraca perdagangan pada periode Januari-Maret 2019. Di mana, pada waktu itu neraca perdagangan mengalami defisit sebesar US$ 62,8 juta.




TERBARU

[X]
×