kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.947.000   -7.000   -0,24%
  • USD/IDR 16.790   -40,00   -0,24%
  • IDX 8.262   130,16   1,60%
  • KOMPAS100 1.166   20,36   1,78%
  • LQ45 838   8,57   1,03%
  • ISSI 295   6,66   2,31%
  • IDX30 435   3,63   0,84%
  • IDXHIDIV20 518   -0,43   -0,08%
  • IDX80 130   2,04   1,59%
  • IDXV30 142   0,91   0,64%
  • IDXQ30 140   -0,07   -0,05%

Mesin dorong impor Nov 2017 naik jadi US$ 12,66 M


Kamis, 15 Desember 2016 / 15:00 WIB
Mesin dorong impor Nov 2017 naik jadi US$ 12,66 M


Reporter: Adi Wikanto | Editor: Adi Wikanto

JAKARTA. Seperti biasa, nilai impor Indonesia menjelang tutup tahun selalu meningkat. Demikian juga yang terjadi pada November 2016, nilai impor mencapai US$ 12,66 miliar atau naik 10% dibandingkan Oktober 2016. Kinerja ini membaik jika dibandingkan November 2015 naik 9,88%.

Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan, impor nonmigas November 2016 mencapai US$ 10,90 miliar atau naik 9,39% jika dibandingkan Oktober 2016. Demikian pula apabila dibandingkan November 2015 naik 10,31%.

Impor migas November 2016 mencapai US$ 1,76 miliar atau naik 13,89% jika dibandingkan Oktober 2016 dan naik 7,27% dibandingkan November 2015.

Secara kumulatif nilai impor Januari–November 2016 mencapai US$ 122,86 miliar atau turun 5,94% dibanding periode yang sama tahun 2015. Kumulatif nilai impor terdiri dari impor migas US$ 17,07 miliar (turun 25,17%) dan nonmigas US$ 105,79 miliar (turun 1,87%).

Peningkatan impor nonmigas terbesar November 2016 adalah golongan mesin dan peralatan listrik US$ 210,3 juta (15,23%), sedangkan penurunan terbesar adalah golongan kapal laut dan bangunan terapung US$ 55,8 juta (40,97%).

Tiga negara asal barang impor nonmigas terbesar Januari–November 2016 adalah China dengan nilai US$ 27,55 miliar (26,04%), Jepang US$ 11,84 miliar (11,20%), dan Thailand US$ 7,95 miliar (7,52%).

Nilai impor golongan bahan baku/penolong dan barang modal selama Januari–November 2016 mengalami penurunan dibanding periode yang sama tahun sebelumnya masing-masing sebesar 6,77% dan 10,57%. Sebaliknya impor golongan barang konsumsi meningkat 13,07%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×