kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.818.000   -42.000   -1,47%
  • USD/IDR 17.130   16,00   0,09%
  • IDX 7.500   41,69   0,56%
  • KOMPAS100 1.037   8,08   0,79%
  • LQ45 746   -0,12   -0,02%
  • ISSI 272   3,24   1,21%
  • IDX30 399   -1,25   -0,31%
  • IDXHIDIV20 486   -4,46   -0,91%
  • IDX80 116   0,59   0,51%
  • IDXV30 135   0,10   0,08%
  • IDXQ30 128   -1,20   -0,93%

Menteri Kesehatan mengutuk penembakan dokter asal Indonesia di Somalia


Jumat, 30 Desember 2011 / 14:30 WIB
ILUSTRASI. Costumer service bank bri argo sedang melayani nasabah di Jakarta./pho KONTAN/Carolus Agus Waluyo.


Reporter: Yudho Winarto | Editor: Edy Can

JAKARTA. Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih mengutuk keras penembakan salah seorang dokter asal Indonesia di Somalia. Dia mengatakan, dokter memiliki imunitas saat berada di daerah konflik.

"Kalau orang kesehatan kan biasanya imun kalau di daerah konflik. Jadi ini suatu hal yang patut dikutuk," katanya, Jumat (30/12).

Seperti diketahui, badan kemanusiaan internasional, Médecins Sans Frontières (MSF) menyatakan seorang dokter Indonesia dan Belgia tewas saat bertugas di Somalia. Dokter asal Indonesia yang bernama Andrias telah bekerja di MSF sejak 1998. Pria berusia 44 tahun ini mengawali karirnya di MSF Indonesia, sebelum pindah ke Ethiopia, Thailand, dan akhirnya Somalia.

Dalam sebuah laman, pihak keamanan pemerintah Mogadishu menyebutkan, seorang pria bersenjata Kamis menembak mati dua pekerja bantuan di Mogadishu, ibu kota Somalia. Sejumlah saksi melaporkan bahwa korban adalah warga asing.

Endang akan mengecek atas kematian dokter tersebut melalui Kementerian Luar Negeri. Bagaimana berangkatnya dan kenapa meninggalnya," katanya.

Sejauh ini, Endang menegaskan dokter tersebut bukan berasal dari Kementerian Kesehatan. Dia menyatakan, Andrias berangkat atas mewakili suatu lembaga swadaya masyarakat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×