kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   -25.000   -0,89%
  • USD/IDR 17.847   -12,00   -0,07%
  • IDX 6.195   68,05   1,11%
  • KOMPAS100 824   16,97   2,10%
  • LQ45 619   8,11   1,33%
  • ISSI 215   -1,05   -0,49%
  • IDX30 350   2,03   0,58%
  • IDXHIDIV20 428   1,77   0,41%
  • IDX80 94   1,01   1,10%
  • IDXV30 118   -0,67   -0,56%
  • IDXQ30 112   0,74   0,66%

Menteri Bahlil: Pengusaha Indonesia Banyak yang Taruh Uang di Singapura


Jumat, 09 Juni 2023 / 18:11 WIB
Menteri Bahlil: Pengusaha Indonesia Banyak yang Taruh Uang di Singapura
ILUSTRASI. Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Saat ini Singapura menjadi negara yang paling banyak berinvestasi di Indoensia. Meski begitu, Penanaman Modal Asing (PMA) yang masuk bukan berasal dari negara tersebut, melainkan dari pengusaha-pengusaha luar maupun Indonesia yang menyimpan uangnya di Singapura.

Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengatakan, Singapura menjadi negara di urutan pertama yang berinvestasi ke Indonesia, dengan realisasi sebesar US$ 4,3 miliar hingga kuartal I-2023.

Menurutnya, banyak negara yang menjadikan Singapura sebagai pusat pergerakan atau hub investasi dari pengusaha yang berasal dari negara lain termasuk pengusaha dalam negeri. Sehingga investasi yang masuk bukan sepenuhnya berasal dari negara tersebut.

“Singapura masih menjadi hub. Sebagian uang dari pengusaha nasional kita juga ditaruh di Siangapura. Ini juga menjadi introspeksi kita. Apa sih yang menyebabkan sampai di taro di Singapura? Ternyata kita katanya financial center kita belum sebaik Lagoon dan Singapura,” tutur Bahlil saat melakukan rapat kerja bersama Komisi XI VI DPR RI, Jumat (9/6).

Baca Juga: Bahlil Minta Anggaran Tahun 2024 Ditambah untuk Kejar Target Investasi Rp 1.600 T

Atas permasalahan tersebut, Bahlil mengusulkan untuk memasukkan aturan financial center dengan insentif yang menarik, yang nantinya akan ditawarkan kepada investor.

Financial center ini direncanakan akan ditempatkan di ibu kota negara (IKN) Nusantara di Kalimantan Timur. Hal tersebut akan tertuang di dalam Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2023.

“Jadi sama seperti di Singapura dan Lagoon pajaknya kecil sekali,” jelasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×