kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.645.000   -15.000   -0,56%
  • USD/IDR 17.878   -57,00   -0,32%
  • IDX 5.880   -16,51   -0,28%
  • KOMPAS100 762   -2,92   -0,38%
  • LQ45 580   -3,82   -0,65%
  • ISSI 204   0,63   0,31%
  • IDX30 329   -2,32   -0,70%
  • IDXHIDIV20 404   -3,34   -0,82%
  • IDX80 87   -0,38   -0,43%
  • IDXV30 109   -0,49   -0,44%
  • IDXQ30 106   -0,85   -0,79%

Mentan enggan berkomentar soal perpanjangan izin impor beras


Senin, 19 Maret 2018 / 17:26 WIB
ILUSTRASI. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman


Reporter: Lidya Yuniartha | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Saat ini Bulog sudah mendapatkan izin memperpanjang impor beras sebanyak 20.000 ton hingga Maret. Bahkan Bulog sudah ditugaskan untuk mengimpor beras sebanyak 219.000 ton hingga Juni 2018 untuk memenuhi kuota impor sebanyak 500.000 ton.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman pun enggan berkomentar terkait masalah ini. Dia berpendapat, Kementerian Pertanian hanya fokus pada produksi. “Kementerian Pertanian domainnya produksi,” ujar Amran di Gedung Kementerian Pertanian, Senin (19/3).

Amran pun tidak memberikan komentar apakah impor beras ini dapat mengganggu produksi padi dalam negeri.

Amran justru merasa saat ini lebih baik membicarakan perihal ekspor jagung dibandingkan impor beras. Menurut Amran, dalam waktu dekat Indonesia akan mengekspor jagung ke Filipina.

Menurutnya, eskpor komoditas pertanian meningkat sebesar 24%. Khusus untuk komoditas jagung, Amran bilang Indonesia menargetkan ekspor hingga 300.000 ton.

“Sudah ekspor 100.000 ton, sekarang 100.000 lagi. Targetnya 300.000 ton,” kata Amran.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×