kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.902.000   75.000   2,65%
  • USD/IDR 17.022   -27,00   -0,16%
  • IDX 7.148   99,61   1,41%
  • KOMPAS100 986   14,63   1,51%
  • LQ45 724   8,36   1,17%
  • ISSI 255   3,86   1,54%
  • IDX30 392   3,89   1,00%
  • IDXHIDIV20 488   0,19   0,04%
  • IDX80 111   1,53   1,40%
  • IDXV30 135   0,02   0,01%
  • IDXQ30 128   1,09   0,86%

Mentan enggan berkomentar soal perpanjangan izin impor beras


Senin, 19 Maret 2018 / 17:26 WIB
ILUSTRASI. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman


Reporter: Lidya Yuniartha | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Saat ini Bulog sudah mendapatkan izin memperpanjang impor beras sebanyak 20.000 ton hingga Maret. Bahkan Bulog sudah ditugaskan untuk mengimpor beras sebanyak 219.000 ton hingga Juni 2018 untuk memenuhi kuota impor sebanyak 500.000 ton.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman pun enggan berkomentar terkait masalah ini. Dia berpendapat, Kementerian Pertanian hanya fokus pada produksi. “Kementerian Pertanian domainnya produksi,” ujar Amran di Gedung Kementerian Pertanian, Senin (19/3).

Amran pun tidak memberikan komentar apakah impor beras ini dapat mengganggu produksi padi dalam negeri.

Amran justru merasa saat ini lebih baik membicarakan perihal ekspor jagung dibandingkan impor beras. Menurut Amran, dalam waktu dekat Indonesia akan mengekspor jagung ke Filipina.

Menurutnya, eskpor komoditas pertanian meningkat sebesar 24%. Khusus untuk komoditas jagung, Amran bilang Indonesia menargetkan ekspor hingga 300.000 ton.

“Sudah ekspor 100.000 ton, sekarang 100.000 lagi. Targetnya 300.000 ton,” kata Amran.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×