Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memastikan pasokan beras di Nusa Tenggara Timur (NTT) masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, termasuk warga yang terdampak bencana gempa.
Amran mengatakan stok beras di NTT saat ini mencapai sekitar lima kali lipat dibandingkan pasokan dalam kondisi normal. Sementara itu, stok beras secara nasional tercatat mencapai 5,2 juta ton.
Baca Juga: Bantuan Darurat untuk Korban Gempa Flores NTT Terus Mengalir
"Kalau dihitung, pasokan di NTT itu lima kali lipat, jadi aman stok kita. Dan secara nasional itu 5,2 juta ton," kata Amran di Kantor Kementerian Pertanian, Selasa (18/8/2026).
Terkait dampak gempa terhadap sektor pertanian di NTT, Amran mengatakan pihaknya akan melakukan peninjauan langsung ke lokasi terdampak.
"Nanti kami cek ya, ini baru mau berangkat," ujarnya.
Meski demikian, Amran menegaskan bahwa penanganan dan evakuasi masyarakat terdampak bencana masih menjadi prioritas pemerintah.
Menurutnya, pemerintah melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) telah menyalurkan bantuan pangan berupa beras dan minyak goreng ke wilayah terdampak. Nilai bantuan tersebut mencapai sekitar Rp100 miliar.
"Bantuan sudah kami kirim, sampai dengan hari ini kurang lebih sudah Rp100 miliar. Itu baru beras, dan nanti mungkin minyak goreng," tegas Amran.
Baca Juga: BNPB Perkuat Penanganan Pengungsi Gempa M 7,7 NTT, Tenda dan Dapur Umum Disiapkan
1.598 Gempa Susulan
Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat sebanyak 1.598 gempa susulan terjadi di wilayah Flores, NTT hingga Senin (17/8/2026) pagi.
Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani mengatakan, aktivitas gempa susulan masih terus dipantau oleh tim BMKG yang telah diterjunkan ke lokasi terdampak.
"Ya, sampai dengan jam 7 pagi hari ini telah tercatat 1.598 gempa susulan, magnitudo terbesar adalah 6,2, yang terkecil 1,3 dan kemudian yang dirasakan kira-kira 54 gempa," kata Faisal sebelum mengikuti upacara HUT ke-81 RI di Istana Merdeka, Senin (17/8/2026).
BMKG terus memantau perkembangan aktivitas gempa susulan di wilayah Flores, termasuk proses peluruhan aktivitas kegempaan.
Baca Juga: Semarak HUT ke-81 RI Berlanjut, Perayaan Digelar di 40 Titik Jakarta
Menurut Faisal, aktivitas gempa susulan diperkirakan berangsur meluruh dalam dua hingga tiga pekan ke depan. Kondisi tersebut nantinya dapat menjadi pertimbangan pemerintah untuk memasuki tahap perbaikan maupun pembangunan kembali bangunan yang terdampak.
"Namun, kami terus memantau terkait peluruhannya. Kemungkinan dalam dua hingga tiga minggu ke depan aktivitasnya akan meluruh sehingga kita mulai dapat melakukan retrofitting atau perbaikan bangunan atau pembangunan kembali jika dibutuhkan," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_22072614202900.jpg)
