Reporter: Hervin Jumar | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah memperkuat penanganan warga terdampak gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT), khususnya masyarakat yang kini berada di lokasi pengungsian.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan kebutuhan dasar pengungsi, mulai dari tempat tinggal sementara, makanan hingga layanan kesehatan, terus dipenuhi dan diperkuat.
Baca Juga: Belanja Perpajakan 2027 Tembus Rp 632 Triliun, Naik 9,6%
Kepala BNPB Suharyanto bersama Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno meninjau langsung lokasi pengungsian terpusat di Lapangan Pendidikan Barangkolong, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, Senin (17/8/2026).
Dari hasil peninjauan, pemerintah menemukan masih terdapat sejumlah kebutuhan dasar pengungsi yang perlu segera dipenuhi. Pratikno meminta pemerintah daerah membentuk satuan tugas (satgas) untuk memperkuat koordinasi penanganan karena lokasi pengungsian tersebar di sejumlah titik.
"Kami dorong agar satgas daerah segera dibentuk, karena lokasi pengungsian ada di beberapa titik. Selain itu, kami melihat masih ada kebutuhan dasar para pengungsi yang harus dipenuhi," ujar Pratikno dalam keterangan tertulis, Selasa (18/8/2026).
BNPB Percepat Pengiriman Bantuan
Suharyanto mengatakan BNPB akan mempercepat pengiriman tenda keluarga, tenda serbaguna, peralatan pendukung, logistik serta berbagai kebutuhan lainnya.
Sebagian bantuan telah dikirim dari Pos Logistik Nasional BNPB di Labuan Bajo menuju Kabupaten Manggarai melalui jalur darat.
Baca Juga: Semarak HUT ke-81 RI Berlanjut, Perayaan Digelar di 40 Titik Jakarta
"Malam ini kita pastikan tenda-tenda pengungsi yang lebih layak dapat didirikan, sehingga masyarakat memiliki tempat tinggal sementara yang lebih baik di sini," kata Suharyanto.
Menurutnya, bantuan logistik dan peralatan yang dikirim dari Jakarta juga telah tiba di Bandara Komodo, Labuan Bajo.
Selanjutnya, bantuan tersebut didistribusikan ke lokasi pengungsian untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan warga terdampak.
Selain tempat tinggal sementara, pemerintah juga memperkuat pemenuhan kebutuhan pangan bagi para pengungsi.
BNPB telah berkoordinasi dengan Kementerian Sosial untuk mengoperasikan dapur umum yang dikelola Taruna Siaga Bencana (Tagana).
Dapur umum tersebut akan menyediakan makanan tiga kali sehari bagi warga selama berada di pengungsian dengan tetap memperhatikan kebutuhan asupan gizi.
"Kami sudah berkoordinasi dengan Kemensos. Nanti dapur umum akan menyuplai kebutuhan makanan para pengungsi sehari-hari selama di pengungsian," ujar Suharyanto.
Baca Juga: OIKN Dapat Pagu Rp 6,7 Triliun di 2027, Mayoritas untuk Kawasan Legislatif-Yudikatif
Tenaga Medis Ditambah
Pelayanan kesehatan juga menjadi perhatian pemerintah. BNPB berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan untuk menambah tenaga kesehatan dari berbagai wilayah sekaligus memperkuat ketersediaan obat-obatan dan peralatan medis.
"Untuk Kemenkes, akan ditambah tenaga medis beserta obat-obatan dan peralatan penunjang medis," kata Suharyanto.
Pemerintah memastikan dukungan logistik, pangan dan layanan kesehatan terus diperkuat selama masa pengungsian pascagempa.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan dasar warga terdampak dapat terpenuhi selama proses penanganan dan pemulihan berlangsung.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_22072614202900.jpg)
